YUDISIUM MAHASISWA USTJ TAHUN 2021

0
12

Pendidikan adalah sebuah berjalanan pendaki gunung


Bisa mengambil sebuah keputusan pribadi dari setiap orang masing-masing pribadi diri sendiri jadi, keputusan saya adalah kontroversial, yaitu saya sejak usia
5.7 tahun perjuang pendidikan di tingkat SD adalah sebuah berjalanan pendaki gunung, bahkan di musim hujan panas sekalipun. Sebagian yang tidak mengenal kami merasakan secara dekat berjalanan pendidikan yang cukup antusias bahkan tak jarang, mengatakan kami orang tua sementara sebagian lainnya bilang salut dan mendukung.

Saya dengan teman-teman Kami tentu tahu risiko itu, yaitu pandangan miring lurus membawa kami mendaki gunung di usia dini. Maka, lepas dari kontroversi setuju dan tidak setuju, saya tetap berupaya memaparkan alasan saya mengajak atau membawa saya dengan teman-teman saya mendaki gunung. Adalah sebuah perjuangan yang kami telah melewati sejak SD adalah saya dengan teman-teman pada saat mencari nasib.

Semua orang tahu, mendaki pendidikan adalah sebuah berjalanan pendaki gunung kerap kali tidak dihentikan dengan kegiatan “aktivitas sekolah”. Bahkan, ini dianggap olahraga yang menyerempet tidak bahaya, dan tentu saja; harus perluh dilakukan selama dalam jalani pendidikan
Secara sadar, tentu saja, melakukan pendidikan dan persiapan perjalanan pendakian pendidikan akan melatih seseorang terbiasa untuk tidak kegagalan dan selalu penuh perhitungan di setiap langkahnya.

Memang, semua itu benar adanya, terutama jika dilakukan tanpa bekal pengetahuan yang cukup dan persiapan matang. Bukan apa-apa. Pendidikan adalah sebuah berjalanan Mendaki gunung adalah aktivitas yang jelas-jelas melibatkan kegiatan fisik berat di tengah alam yang sulit ditebak kondisinya.

Seperti kegiatan di sekolah bebas lainnya, sejatinya, pendidikan adalah sebuah berjalananan mendaki gunung bagaikan sedang menjalani kehidupan. Aktivitas berjalanan pendakian pendidikan memiliki banyak bahan pengajaran pendidikan karakter yang pastinya dibutuhkan seseorang jika ingin sukses dan bahagia dalam hidupnya.

Kata “karakter” di sini maksudnya bagaimana seseorang menampilkan kebiasaan positif dalam menyikapi segala kejadian yang dihadapinya dalam kehidupan. Kebiasaan positif itu tentunya dapat dipelajari dan perlu dibangun/dilatih. Melalui kegiatan berjalanan pendidikan adalah sebuah mendaki gunung, seseorang dapat membangun karakter positif dirinya dengan moral dan spiritual.

Namun, disamping semua manfaat yang tertulis di atas, saya merasa, melalui kegiatan pendidikan juga seperti naik gunung, dan turun lembah yang merasakan oleh setiap orang saya yang kini juga merasakan hal itu selama beberapa tahun yang saya telah lewati dan Tahu yang tumbuh menjadi tujuan yang gembira dan percaya diri. Terbukti, di balik kata”kata tidak ada yang gagal selama kita masih perusaha untuk terus mencoba sampai sukses dan penuh dirasakan , aktivitas pendidikan adalah sebuah berjalanan mendaki gunung ternyata memberi sejumlah manfaat untuk saya ini.

Pendidikan adalah sebuah berjalanan Mendaki gunung bukan kegiatan impulsif karena kegiatan ini mengharuskan seseorang melakukan persiapan dengan baik. Maka, seseorang yang hendak melakukan aktivitas ini sebenarnya telah belajar banyak hal positif, bahkan sejak persiapan awal dilakukan. Persiapan itu diantaranya meliputi penentuan tujuan, merancang target perjalanan, mencari tahu support system yang ada (misalnya letak kampus terdekat), mempelajari ilmu dan lingkungan adapdasi kepada masyarakat yang ada di sekitarnya.

Secara sadar, tentu saja, melakukan persiapan perjalanan pendakian akan melatih seseorang terbiasa untuk tidak gegal dalam tujuan berjalanan pendidikan dan selalu penuh perhitungan di setiap langkahnya. Dua hal ini pasti dibutuhkan dalam menjalani kehidupan sehari hari. Dengan melakukan perencanaan, seseorang juga belajar bertanggung jawab atas segala aktivitas yang akan dilakukannya.

Penulis: Abdon Sambom