Tugas SKI (XI TKJ 1)

0
23
NAMA         :AISYAR AKRAM 
KELAS/NO ABS :XI TKJ 1 / 04 
MAPEL        :SKI
Soal
1.Siapa pendiri dinasti abbasiyah pertama kali?
2.faktor pendukung berdirinya dinasti abbasiyah dibantu oleh beberapa golongan. Sebutkan!
3.pada akhir² pemerintahan daulah umayyah terjadi beberapa kekacauan, jelaskan!
4.sebutkan periodiasi kekuasaan daulah abbasiyah!
5.buatlah silsilah daulah abbasiyah dengan skema menggabar pohon/ struktur bagan!
Jawaban
1. Kekalifahan Abbasiyah merupakan kelanjutan dari Kekalifahan sebelumnya yakni Bani Umayyah, dimana pendiri dari kekalifahan ini adalah Abdullah al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abbas Rahimahullah.
2. Diantara situasi-situasi yang mendorong berdirinya Dinasti Abbasiyah dan menjadi lemah dinasti sebelumnya adalah.
a. Timbulnya pertentangan politik antara Muawwiyah dengan pengikut Ali Bin Abi Thalib (Syiah);
b. Munculnya golongan Khawarij, akibat pertentangan politik antara Muawwiyah dengan Syiah, dan kebijakan-kebijakan land reform yang kurang adil;
c. Timbulnya politik penyelesaian khilafah dan konflik dengan cara damai;
d. Adanya dasar penafsiran bahwa keputusan politik harus didasarkan pada Al-Qur’an dan oleh golongan Khawarij orang Islam non-Arab;
e. Adanya konsep hijrah dimana setiap orang harus bergabung dengan golongan Khawarij yang tidak bergabung dianggapnya sebagai orang yang berada pada dar al-harb, dan hanya golongan Khawarijlah yang berada pada dar al-Islam;
f. Bertambah gigihnya perlawanan pengikut Syiah terhadap Umayyah setelah terbunuhnya Husein bin Ali dalam pertempuran Karbala;
g. Munculnya paham mawali, yaitu paham tentang perbedaan antara orang Islam Arab dengan non-Arab.
3. Beberapa kekacauan dinasti umayyah
* Pengangakatan lebih dari satu putra mahkota
Sebagian besar khalifah Bani Umayyah mengangkat lebih dari seorang putra mahkota. Biasanya putra tertua diwasiatkan terlebih dahulu untuk menduduki takhta. Setelah itu, wasiat dilanjutkan kepada putra kedua dan ketiga atau salah seorang kerabat khalifah, seperti paman atau saudaranya. Putra mahkota yang lebih dahulu menduduki takhta cenderung mengangkat putranya sendiri. Hal itu menimbulkan perselisihan.
* Timbulnya fanatisme kesukuan
Sejak pertama kali diturunkan ajaran Islam berhasil melenyapkan fanatisme kesukuan antara bangsa Arab Selatan dan Arab Utara, yang telah ada sebelum Islam. Namun, pada masa Bani Umayyah, fanatisme ini muncul kembali terutama setelah kematian Yazid bin Muawiyah (Yazid I). Bangsa Arab Selatan yang pada masa itu diwakili kabilah Qalb adalah pendukung utama Muawiyah dan putranya, Yaid I. Ibu Yazid I, yang bernama Ma’sum, berasal dari kabilah Qalb. Pengganti Yazid I, Muawiyah II, ditolak oleh bangsa Arab Utara yang diwakili oleh kabilah Qais dan mengakui kekhalifahan Abdullah bin Zubair (Ibnu Zubair). Ketika terjadi bentrokan antara kedua belah pihak, kabilah Qalb dapat mengalahkan kabilah Qais yang mengantarkan Marwan I ke kursi kekhalifahan.
* Kehidupan khalifah yang melampaui batas
Beberapa khalifah Umayyah yang pernah berkuasa diketahui hidup mewah dan berlebih-lebihan. Hal ini menimbulkan rasa antipati rakyat kepada mereka. Kehidupan dalam istana Bizantium agaknya mempengaruhi gaya hidup mereka. Yazid bin Muawiyah (Yazid I), misalnya, dikabarkan suka berhura-hura dengan memukul gendang dan bernyanyi bersama para budak wanita sambil minum minuman keras. Yazid bin Abdul Malik (Yazid II) juga tidak lebih baik dari Yazid I. Ia suka berfoya-foya dengan budak wanita. Putranya, al-Walid II, ternyata tidak berbeda dengan ayahnya.
* Fanatisme kearaban Bani Umayyah
Kekhalifahan Bani Umayyah memiliki watak kearaban yang kuat. Sebagian besar khalifahnya sangat fanatik terhadap kearaban dan bahasa Arab yang mereka gunakan. Mereka memandang rendah kalangan mawali (orang non-Arab). Orang Arab merasa diri mereka sebagai bangsa terbaik dan bahasa Arab sebagai bahasa tertinggi. Fanatisme ini menimbulkan kebencian penduduk non-Muslim kepada Bani Umayyah. Oleh karena itu, mereka ikut ambil bagian setiap kali timbul pemberontakan untuk menumbangkan Dinasti Umayyah. Keberhasilan Bani Abbas dalam menumbangkan Bani Umayyah disebabkan antara lain oleh dukungan dan bantuan mawali, khususnya Persia yang merasa terhina oleh perlakuan pejabat Bani Umayyah.
* Kebencian golongan Syiah
Bani Umayyah dibenci oleh golongan Syiah karena dipandang telah merampas kekhalifahan dari tangan Ali bin Abi Thalib dan keturunannya. Menurut golongan Syiah, khilafah (kepemimpinan atau kekuasaan politik) atau yang mereka sebut imamah adalah hak Ali dan keturunannya, karena diwasiatkan oleh Nabi Muhammad SAW.
4. Periodeisasi Dinasti Abbasyiah
– Periode Pertama 750 M – 840 M, periode pengaruh Persia pertama.
– Periode Kedua 847 M – 945 M, periode pengaruh Turki pertama.
– Periode Ketiga 945 M – 1005 M, periode pengaruh Persia kedua.
– Periode Keempat 1005 M – 1194 M, periode pengaruh Turki kedua
3.8

5.

LEAVE A REPLY