Surat untuk Bunda

0
11

Bagaimana ibu sekarang? Baik baik saja kan ya. Aku harap ibu tetap dalam lindungan-Nya. Ibu tau gak ibu bagiku itu seperti apa? Semewah apa? Sesempurna apa? Sehangat apa? Ibu pernah gak ngerasain yang aku rasain selama pisah sama ibu walaupun itu gak lama?. Kangen bu kangen banget malah. Ibu tau gak setiap malam kalau mau tidur aku selalu melihat foto ibu yang aku pasang di dinding kamar kos ku. Rasanya sejuk banget bisa melihat senyuman ibu walaupun di foto. Kadang aku banyak berharap ke ibu semisal aku pulang ke rumah pengen deh meluk ibu pengen deh cium ibu pengen deh cium kaki ibu pengen banget bilang makasih dan pengen banget bilang maaf bu maaf maaf maaf. Tapi berat rasanya mengatakan itu semua. Entah apa yang aku pikirkan tapi aku benar benar tak sanggup aku merasa malu, sangat malu karena aku mengingat banyak sekali kesalahan dan dosa yang sudah aku perbuat ke ibu, membentak, tidak mendengarkan perkataan ibu. aku heran mengapa aku begitu emosi ketika bermasalah dengan ibu tapi setelah semua nya berakhir aku selalu menangis menyesali yang telah aku perbuat.
Bu? Tau gak perasaanku saat ini ke ibu. disaat masa masa aktifnya sekolah aku seneng banget bisa pulang ke rumah seneng banget luar biasa karena bisa ketemu dengan adik, ayah terutama ibu. bisa melihat TV bersama, makan bersama, kadang kadang ibu bisa friendly tapi ya kadang biasa saja. Ibu kadang memang labil dan moody. Kenapa ya semenjak aku pisah dengan ibu di rumah kos setiap aku kembali ke rumah kos selalu saja aku menangis, entah apa yang aku rasakan aku begitu nyamn di rumah di cium ibu ketika akan berpisah itu pun di mulai sejak aku di rumah kos. Dulunya memang tak pernah tapi, aku merasa nyaman nyaman saja di rumah.
Tapi entah mengapa setiap liburan tiba memang aku sangat tak nyaman dengan keadaan rumah apalagi ibu karena ibu selalu menyuruhku kesana kemari, okelah memang kewajiban seorang anak membantu orang tua, tapi apakah seharusnya aku setiap hari di masa liburan aku dihabiskan dengan membantu ibu, tanpa harus bertemu dengan teman temanku yang lain bermain bersama mereka. Aku iri dengan mereka yang bisa bebas bermain belajar dan seru seruan sama temen temen. Sedangkan aku harus di rumah membantu besoknya membantu lagi. Sekali saja aku pamit ke ibu untuk pergi main yang ia bilang bahwa kalau liburan itu bantu bantu orang tua, lalu menurut ibu aku selama ini tidak membantu. Aku kecewa sesujurnya dengan semua ini. aku berharap liburan cepat berlalu.
Hari demi hari pun kulewati dengan hal yang cukup aneh. Mungkin aku ini memang di mata ibu sosok gadis yang nakal yang tau apa apa yang bisanya hanya membuat masalah saja yang sering sekali membuat kecewa. Tapi walaupun begitu aku tetap sayang sama ibu, kadang ibu memang belum pengertian sama aku karena kita tahu kita tidak pernah akrab sama sekali, kita tidak seperti ibu dan anak yang lain. Memang kita selalu sibuk dengan urusan masing masing ketika aku mencoba untuk bermanja manja dengan memulai pembicaraan yang dapat membuat kita nyaman dan akrab ibu malah memarahiku. Entahlah aku harus berusaha dan berjuang sampai kapan lagi. Yang pasti walaupun ibu itu dingin, cuek dan sebagainya aku tetap sayang sama ibu luar biasa, ibu yang membiayaiku hingga saat ini dan ibu juga yang telah berjuang hingga aku seperti ini, maafkan aku ibu aku memang belum bisa membahagiakan ibu tapi aku janji akan membuat ibu bahagia di suatu hari nanti ketika aku sudah dewasa, dan terima kasih atas segala yang telah ibu berikan kepadaku . I miss you so much. It’s always been you. I LOVE YOU MOM.

LEAVE A REPLY