SUPER BLUE BLOOD MOON 31 JANUARI 2018

0
13

Pada tanggal 31 Januari 2018, semua orang di seluruh dunia akan menyaksikan ‘Super Blue Blood Moon’ yang sangat langka. Super blue blood moon ini akan mengubah bulan menjadi warna merah gelap yang spektakuler. Ada yang tahu apa itu Super Blue Blood Moon?

Super blue blood moon adalah julukan yang diberikan oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Hal itu lantaran ada tiga fenomena yang terjadi dalam satu waktu bersamaan.

Pada dasarnya, ‘Super Blue Blood Moon’ adalah hasil dari blue moon (bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender) yang terjadi bersamaan dengan super moon (ketika bulan paling dekat dengan Bumi dan tampak sekitar 14% lebih terang dari biasanya) dan blood moon (bulan yang memancarkan warna merah darah.).

Menurut perhitungan, peristiwa ini hanya terjadi 0,042 persen dari keseluruhan purnama atau hanya sekali dalam 2.380 kali purnama (satu kali dalam 192 tahun
Beberapa bagian dunia tidak bisa secara langsung menyaksikan peristiwa astronomi spektakuler tersebut. London dan Afrika Selatan misalnya, negara- negara tersebut tidak bisa melihat super blue blood moon sedikit pun.

Ada pula negara yang justru menikmati fenomena ini bukan pada malam hari, melainkan pada pagi hari, seperti bagian barat Amerika Utara, Alaska, dan Kepulauan Hawaii.

Nah, Indonesia dan beberapa negara di Timur Tengah, Asia, Rusia Timur, Australia, dan Selandia Baru adalah negara- negara yang beruntung karena bisa menyaksikan fenomena ini secara maksimal.

Menurut BMKG, gerhana bulan akan mulai terjadi pada pukul 17.49 WIB dan masuk gerhana total pukul 19.51 WIB. Puncak gerhana akan terjadi pada pukul 20.29 WIB dan gerhana total berakhir pada pukul 21.08 WIB.

Seluruh wilayah Indonesia pada dasarnya dapat menyaksikan fenomena super blue blood moon bila langit malam cerah. Sayangnya, Kabupaten Jember dan sekitarnya tidak bisa menyaksikan fenomena ini dikarenakan hujan yang lebat. Banyak warga yang merasa kecewa dikarenakan tidak bisa menyaksikan fenomena ini. Namun, warga masih melakukan sholat gerhana ( sholat khusuf) walupun tidak bisa menyaksikan fenomena ini.

LEAVE A REPLY