SMK Wikrama 1 Kab. Semarang – SMK Berbasis Pondok Pesantren

0
90

SMK Wikrama 1 Kab. Semarang cabang dari SMK Wikrama Bogor hadir sebagai kelanjutan jenjang pendidikan TK, MI, SD, SMP/MTs yang berada di Kecamatan Susukan ini berbeda dengan SMK yang lainnya. SMK Wikrama 1 Kab. Semarang ini berbasis pesantren. Pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam sekolah tersebut menggunakan pendekatan keagamaan tanpa meninggalkan skill siswanya.

Sekolah yang berada dalam lingkungan Pondok Pesantren Mahisul Hikam Assalafi yang di asuh oleh KH. Muhammad Thoha, M.Pd ini berusaha untuk mencerdaskan siswa. “Sesuai cita-cita negara yaitu untuk mencerdaskan anak-anak yang mempunyai pengetahuan agama, berakhlaq dan mempunyai keterampilan.

Menurut beliau, sebelum dibangunnya SMK Wikrama 1 Kab. Semarang, yayasan sudah mempunyai MTs dan SMA. Agar santri pondok siswa MTs ataupun siswa SMP dilingkungan tidak kebingungan untuk mencari sekolah, maka dibentuk lah tim untuk membentuk SMK. Sehingga pada tahun 2011 akhir, tepatnya pada bulan Noveember mulai disahkan berdirinya, dan pada tahun 2012 bulan Mei sudah menerima siswa baru.

Berdirinya SMK yang dikepala sekolahi Bapak Tamami, S.Pd.I ini disambut baik oleh masyarakat sekitar. Siswa yang masuk pertama pada SMK ini adalah sejumlah 35 orang. Namun, menurut masyarakat sangat senang atas berdirinya sekolah ini.

Kegiatan sekolah yang mencerminkan sistem pesantren juga ditandai dengan adanya baca tulis Al-Qur’an, pendidikan Madrasah Diniyah setiap sore hari, sehingga tidak heran jika tamu yang masuk dalam sekolah SMK Wikrama 1 Kab. Semarang, mereka akan terhenyak melihat siswa-siswinya

 

Selain itu, di sekolah SMK ini seminggu sekali diadakan kegiatan Mujahadah dan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) setiap malam sabtu., shalat dhuha setiap pagi dan kemudian dilanjutkan pembacaan Asmaul Husna. Diharapkan dengan adanya kegiatan semacam itu, kita dapat menanamkan pendidikan karakter dan Akhlaqul Karimah terhadap siswa”.

 

Karena selama ini menurut Bapak Tamami, S.Pd.I, yang krisis di kalangan siswa adalah akhlaqul karimah. Krisis alkhlaqul karimah tersebut harus di atasi dengan serius. Untuk mengatasi hal itu menurut Bapak Tamami, S.Pd.I, hal yang paling penting dilakukan adalah dengan membuat kebijakan yang dipatuhi anak, yaitu kebijakan yang mengarah kepada pembentukan karakter siswa.

“Kita selalu membatasi ruang gerak siswa, agar tidak terlalu terjebak dalam pergaulan bebas. Misalnya, siswa tidak boleh merokok, tidak boleh membawa Hand Pone di dalam kelas. Membatasi pergaulan muda-mudi. Ketika ada pelanggaran yang dilakukan oleh siswa, maka kita pasti akan menindak lanjutinya” ungkapnya.

Walaupun berdiri di dalam pondok pesantren, siswa tidak harus mondok di Pondok Pesantren Mahirul Hikam Assalafi.

SMK Wikrama 1 Kab. Semarang ini mempunyai program keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) diproyeksikan sebagai institusi pendidikan unggulan yang lulusannya dapat langsung bekerja dalam bidang pemprograman, maupun melanjutkan ke perguruan tinggi negeri ataupun swasta.

“Perpaduan antara kurikulum nasional yang berbasis kompetensi dan kurikulum pesantren, SMK Wikrama 1 Kab. Semarang berciri khusus sebagai SMK unggulan yang mengedepankan nilai-nilai agama dan karakter bangsa” tambahnya.

Berdiri sejak tahun 2011, SMK Wikrama 1 Kab. Semarang telah menorehkan bebrapa prestasi. Siswa-siswa sekolah tersebut banyak mengikuti kompetisi di tingkat Kabupaten, pada tahun 2014 dan 2015 mewakili SMA SMK tingkat Kab. Semarang dalam lomba pidato agama

“Kita berharap selalu eksis dan selalu diminati, dipercaya masyarakat. Sehingga siswa-siswa dapat belajar dengan nyaman, dan kelulusannya juga di akui di dunia industri. Lebih dari itu, kita juga mengharapkan agar siswa-siswi lulusan SMK Wikrama 1 Kab. Semarang ini menjadi contoh di masyarakat”

LEAVE A REPLY