Si Dara Yang Jahat

1
35

Di suatu pohon, hiduplah sekelompok semut hitam atau yang sering disebut semut maling. Sekumpulan semut maling dipimpin oleh raja yang sangat tegas dan bijaksana. Sang raja bernama Raja Hitam.
Disuatu hari, salah satu anggota semut pergi sendirian. Ditengah perjalanan, ia beristirahat di bawah pohon cermai. Tiba-tiba ada burung dara yang menyapa dan ingin mengusir semut dari wilayahnya,
“Hei, kamu semut malingya? Pergi dari sini! Aku gak mau buah-buah cermaiku kau ambil, cepat pergi! Perintah burung dara.
“Meskipun aku termasuk jenis semut maling, tetapi aku tidak ada niatan untuk mengambil buah cermaimu. Aku di sini hanya beristirahat. Jadi, kau jangan menuduhku sembarangan! Ujar semut maling.
“Namanya aja udah semut maling, pasti kamu suka mencuri. Dan maling itu tidak mungkin ngaku,” sahut burung dara.
“Aku disebut semut maling bukan karena aku suka mencuri, tetapi karena warna kulitku yang hitam” jelas semut maling.
“Lebih baik kamu pergi sana deh! Aku ga mau berdebat sama maling seperti kamu,nanti aku ketularan maling juga,” ejek burung dara.
“Awas, aja. Kamu akan dapat balasannya.” Kata semut maling.
Semut maling pulang ke sarangnya, ia menangis sepanjang jalan. Ia memarahi dirinya sendiri. Dalam perjalanan pulang angin kencang datang, ia segera mencari benda untuk menjadi pegangannya agar tidak terbawa kencangnya angin. Tak lama kemudian, ia mendengar suara yang sangat keras, grobyakk. Ia sangat ketakutan, angin segera reda. Ia mencari sumber suara, ternyata pohon cermai yang menjadi tempat tingga burung dara roboh. Ia berharap dengan kejadian ini, dara dapat sadar bagaimana rasanya diejek.
“Waw, pohonnya roboh nih. Pasti gara-gara buahnya yang terlalu banyak. Sehingga pohonnya ga kuat,” kata semut dengan siput yang ada di sampingnya.
“Hmmt, itulah akibat jika bersikap pelit. Aku mau minta satu buah cermai aja nggak boleh. Akhirnya buahnya ga bisa dimakan semua karena jatuh, rusak, dan bercampur lumpur” kata siput.
“Siput, semut, aku minta maaf. Selama ini aku sering berbuat yang jahat kepada kalian,” pinta dara.
“Aku nggak akan maafin kamu, kamu sudah membuatku sakit hati” kata semut.
“Aku juga gak mau maafin kamu. Anak-anakku mati kelaparan karena kau tak memberiku buah cermai itu.” Ujar siput.
“Teman-teman, aku udah nggak punya apa-apa lagi. Sarangku rusak, makananku hilang, maukah kalian membantuku!”
“Membantumu? Hmmt, giamana ya? okelah aku akan membantumu, tapi kamu harus berjanji untuk tidak berbuat jahat lagi,” pinta semut.
“Iya, kamu haru berjanji!” ucap siput.
“Aku berjanji tidak akan berbuat jahat kepada teman-temanku,” janji burung dara.
Mereka berdua membantu dara untuk membuat sarang yang berada di dekat pohon cermai. Dara menyadari bahwa teman-teman adalah harta yang paling indah dibandingkan dengan sepohon buah cermai.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY