Sepuncuk Harapan Gold Generation

0
8

Salam Literasi !
Salam Generasi Gold !

Indonesia merupakan salah satu negara Asia Tenggara yang memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan diakui oleh negara negara di dunia. Indonesia memiliki berbagai macam suku, agama, ras, budaya, kesenian, bahasa, dan adat. Namun, waaupun demikian sebagai warga negara Indonesia itu sendiri pasti sudah memahami dan mengerti istilah bahasa persatuan. Bahasa persatuan adalah Bahasa Indonesia yang dinyatakan sebagai bahasa nasional sejak tahun 1928 jauh sebelum Indonesia merdeka, sebelumnya ditempati oleh Bahasa Melayu.

Banyak sekali permasalahan tentang bahasa pada era globalisasi saat ini, untuk yang sedang tak asing di telinga pelajar, mahasiswa, bahkan orang lansia yaitu Bahasa Indonesia menjadi sangat tak digemari dan tak diminati oleh warga negara terutama kalangan terpelajar untuk dipelajari lebih lanjut lagi melalui jenjang perkuliahan, karena menurut mereka pasti hanya 1 : 10 orang yang berminat untuk melanjutkan pendidikan Bahasa Indonesia dengan alasan yang cukup banyak, misal prospek kerja yang hanya tergolong sempit dan tak terlalu perlu dipelajari. “Untuk apa belajar Bahasa Indonesia lagi, kita saja orang Indonesia?”. Mungkin pernyataan ini yang sering dilontarkan oleh mereka.
Dari permasalahan yang sudah ada harapannya yaitu Bahasa Indonesia bukanlah hanya sebuah ember embel identitas pelengkap mata pelajaran sekolah. Namun, benar benar suatu kewajiban yang diatur dalam UUD 1945 untuk melestarikan, memahami, dan mengenal lebih jauh seluk beluk Bahasa Indonesia yang sesuai dengan EYD.

Bahkan saya berfikir negara yang seluas ini yang masih menggunakan Bahasa Indonesia yaitu hanya daerah Jawa barat dan sekitarnya. Namun, nyatanya hal itu sudah terkontaminasi dengan bahasa gaul yang mereka anggap lebih gaul kekinian, dengan tak sadar akan berdampak pada Bahasa Indonesia mereka sendiri.
Besar harapan Indonesia di kancah Internasional dengan suatu keunggulan yang ada di dalamnya. Jadi, untuk saat ini sangat mengharapkan nemumbuhnya kepeminatan terhadap Bahasa Indonesia.

Entah itu inovasi dalam pengajaran atau yang lainnya, bisa saja untuk wilayah sekolah yang menggunakan sistem outbond ke wilayah yang sejuk untuk pengajaran. Sangat disayangkan jika sampai Bahasa Indonesia luntur dan hilang, maka diharapkan untuk generasi Indonesia sendiri yang membawa Bahasa Indonesia menjadi Bahasa Internasional serta untuk kesenian dan sastra Indonesia misalnya ketoprak, ludruk, teater, prosa, dll. Bisa terjun go internasional. Karena siapa lagi yang akan membawa kejayaan Indonesia pada tahun 2045 mendatang kalau bukan kita, dan semoga saya terutama kita semua menjadi salah satunya.

LEAVE A REPLY