Sekolah Jadi Jembatan Menuju Titik Sukses Peserta Didik di Bidang Non-Akademik

0
26

Potensi akademik dalam dunia pendidikan saat ini memang dinomor satukan dengan tujuan mengukur seberapa besar kemampuan seseorang dalam menguasai ilmu pengetahuan. Pendidikan dengan kualitas akademik yang baik sangat berpengaruh pada keberlangsungan hidup seseorang di masa depan. Namun, setiap orang pasti memiliki potensi dalam dirinya masing-masing. Tidak melulu potensi yang dimiliki harus potensi akademik, melainkan potensi non-akademik yang bisa menuntun seseorang menuju titik sukses di masa depan.
Lingkungan pendidikan saat ini adalah peserta didik yang tidak bisa lari dari tuntutan bagaimana menyeimbangkan potensi akademik dan non-akademik dengan kualitas yang sama baiknya. Sebagai seorang peserta didik, mereka harus mengetahui bagaimana cara mengembangkan potensi akademik beriringan dengan kemampuan non-akademik. Selain itu, mereka harus mampu menemukan potensi dalam diri mereka sesuai dengan kebutuhan dan kegemaran mereka sendiri. Selama menjadi peserta didik, tidak hanya membutuhkan pengetahuan yang diajarkan di sekolah melainkan pentingnya pengetahuan dari dunia luar yang mendorong peserta didik tersebut mampu untuk mengembangkan potensi dalam dirinya.
Seorang tokoh sukses dalam kariernya diluar potensi akademik adalah Rene’ Conway.

Sebagaimana perjalanan kariernya adalah dalam bidang musik. Beliau lulus dengan gelar Sarjana Musik Pendidikan dari Universitas Sam Houston State, dan bertindak sebagai Asisten Dosen di Universitas Houston Marching Band dengan jurusan Master of Musik, dan bertindak sebagai Instruktur Marching Perkusi dengan UH Cougar Marching Band. Rene’ Conway berpengalaman menjadi instruktur Marching Band dan perkusi di Amerika Serikat. Pada tahun 1991, Rene’ Conway menjadi instruktur Marching Band Sampoerna. Kamudian pada tahu 1993, Rene’ menjadi instruktur band terbesar di Indonesia yaitu Marching Band Bontang Pupuk Kaltim (MB BPKT).

Dari sosok tokoh yang sukses dalam bidang non-akademik, peserta didik dapat mengambil kesimpulan untuk dijadikan motivasi bahwasanya kunci kesusksesan tidak harus dalam bidang akademik. Pengembangan potensi non-akademik hampir tidak bisa diukur dengan memberikan nilai saja karena luasnya potensi yang dimiliki peserta didik. Dalam hal ini, sebagai lembaga formal yang memang dijadikan wadah untuk menampung potensi akademik maupun non-akademik peserta didik sekolah harus mampu menjadi jembatan peserta didiknya menuju kesuksesan. Untuk itu diperlukan strategi pelaksanaan pengoptimalan potensi non-akademik peserta didik.
Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh pihak sekolah sebagai jembatan peserta didik dalam mencapai kesuksesan adalah :
1. Mengetahui minat dan bakat masing-masing peserta didik. Dengan mengetahui minat dan bakat peserta didik disini adalah titik kemudahan untuk menjembatani peserta didik sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
2. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan bakat dan minat peserta didik. Kegiatan ini adalah dorongan dari pihak sekolah kepada peserta didik untuk mampu mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya.
3. Menyediakan sarana prasarana dimana peserta didik mendapatkan tempat untuk menyalurkan potensi yang dimiliki. Ekstrakulikuler adalah salah satu sarana terbaik dalam memberikan tempat pengembangan potensi non-akademik. Dengan adanya ekstrakulikuler yang terstruktur dan terprogram, peserta didik mampu melakukan pengembangan potensi non-akademiknya dengan optimal.
Sebagian kecil upaya yang dilakukan oleh sekolah akan mempu membantu siswa untuk mencapai titik kesuksesan peserta didik. Diharapkan dari dorongan yang diberikan sekolah kepada peserta didik akan menjadi motivasi tersendiri bagi setiap individu peserta didik.
Sekolah yang memberikan wadah seluas-luasnya di bidang non-akademik berindikasi mampu mencetak peserta didik meraih kesuksesan. Potensi yang dimiliki masing-masing peserta didik dalam bidang non-akademik dapat diwadahi dalam satu kemasan yang berkualitas tinggi. Sehingga, sekolah dapat menjadi jembatan peserta didik mencapai titik kesuksesan sesuai dengan bidang yang benar-benar dikuasainya.

Dina Trivia Ayu Ning Tyas
Siswa 12 Bahasa SMA NEGERI 1 KEPANJEN
Anggota Marching Band Bhahana Swara Sangkakala Bhawana

LEAVE A REPLY