Puisi “Bukan Aku Berkeluh Kesah, Kawan”

7
66

BUKAN AKU BERKELUH KESAH, KAWAN

Bukan aku mengeluh
Ketika perut kecil merintih menahan lapar berkalang masa
Badan yang membeku bersama dinginnya embun di kolong jembatan
Kaki yang tertatih meniti puing-puing berbalut luka
Mulut terkatup, tersumbat bualan-bualan tak bermoral

Bukan aku berkesah
Segala yang ada penuh keterbatasan
Kuasa yang tak berakar, poranda bersama badai keserakahan
Suara yang terpasung dalam bingkai ketidakadilan

Semua memang sudah digariskan oleh Sang Penguasa Goresan Tinta
Segalanya sudah ditakdirkan oleh Sang Empunya Warna Kehidupan
Hanya…
Apakah ketika ada yang mengambil harta anak yatim, itu juga goresan-Nya
Apakah ketika kesucian hilang melayang, itu juga lukisan-Nya
Ataukah itu hanya topeng belaka…
Ataukah itu hanya nafsu belaka…

Aka hanya ingin…
Ada tangan panjang merengkuh dari kenistaan
Ruang terbuka yang menerima setiap nafas kebebasan
Suara sejuk penentram kalbu pengobat pilu

Dimanakah jiwa pertiwi yang teduh
Aku ingin memelukmu
Hanya itu
Rinduku

By: trisny

7 KOMENTAR

LEAVE A REPLY