Senin,19 Februari 2018 tepatnya jam 08.45 WIB kami siswa SMA N 1 Juhar berada di dalam kelas. Begitu guru bahasa inggris memberikan tugas kepada kami, Tiba-tiba kedengaran suara gemuruh yang sangat besar seperti petir di pagi hari.

Kami semua tersentak dan lari keluar, kami melihat gunung sinabung sedang meletus. Kami merasa sedih dan takut melihat kejadian tersebut, bahkan bapak dan ibu guru kami pun masih ada yang belum sampai ke sekolah. Mereka terjebak di tengah jalan, begitu Sinabung marah banyak orang-orang terjebak di tengah jalan akibat abu vulkanik yang mengepul ke atas sehingga hari yang begitu cerah berubah menjadi gelap gulita bahkan tak bisa melihat satu sama lain.

Padahal desa tempat tinggalku,sekolah ku termasuk jauh dari gunung Sinabung(siganteng itu) hanya abu Vulkanik yang menyapa desaku.

Tapi bagaimanakah mereka yang tinggalnya dekat Sinabung, tak bisa kupikirkan lagi alangkah sedihnya mereka belajar tidak tenang, ternak dan kebun mereka begitu hancur . Harapan mereka sudah hilang dibawa lahar dan abu vulkanik Sinabung.

Dulu, Sinabung kamu ibarat pemuda ganteng,tinggi,dan tegap tersenyum kepada kami. Sekarang kau marah, diam,sehingga kami tak tentu arah.

Sinabung yang ganteng kami berdoa kepada Tuhan khusnya penduduk tanah Karo Simalem supaya jangan kamu marah-marah lagi kepada kami.

Sekianlah tulisan saya hari ini yang saya alami tadi pagi.

Terimakasih

 

 

LEAVE A REPLY