Perasaan Kaku
Oleh: Sinta Ayudiya Ariani

Tak pernah kusadari
Berlalu hari demi hari
Menenggelamkan surya mentari
Terukir pedih dalam sanubari
Tapi kini baru kusadari

Pelukanmu sehanggat bulan
Senyummu semanis madu
Sentuhanmu selembut kapas
Tawamu seindah kilau bintang

Begitu kejamnya waktu
Melanda hitam putih kelabu
Menerpa sanubari peluhku
Lilin malampun meluluh

Bertahun lamanya
Menggali cerita suka
Mengukir kenangan indah

Penyesalan apa yang dapat ku ucap
Perpisahan kini hancurkan akalku
Perpisahan kini patahkaan batinku
Perpisahan ini menembus jantungku

Penyesalan apa yang dapat kuucap
Kata apa yang dapat melambangkan
Air mata apa lagi yang harus kutumpahkan
Perpisahan itu akhir segalanya

Sahabat…
Hanya sebuah tulisan namamu
Terukir jelas dalam nisan batu
Tak begitu jelas terlintas di mataku

Kenangan hanya foto dan cerita
Hanya lagu yang kabung terdengar
Akhiri saja semua
Cukup untuk itu ku memahaminya

Mengapa kau diam membisu?
Mengapa kau terbujur sangat kaku?
Mengapa matamu terpejam semu?
Mengapa? Mengapa Tuhan?

Peluk erat tubuhmu
Tetes demi tetes terlampaui
Kini kau hanya kenangan
Tapi kau tetap terukir dalam raga

LEAVE A REPLY