Pentingnya Belajar Agama Islam

0
8

Assalamualaikum Wr. Wb

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin,  was shalatu wassalamu ‘ala, asyrafil anbiyya iwal mursalin, sayyidina wa maulana Muhammadin, wa ’ala ‘alihi wa shohbihi ajmain, ama ‘badu.

Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat-Nya  kita dapat berkumpul pada pagi ini dalam keadaan yang sehat tidak kurang sesuatu apapun. Shalawat dan salam tidak lupa kita kirimkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW yang telah mengantarkan umat manusia dari jaman jahiliyah menuju peradaban hidup manusia yang modern yang penuh dengan kemajuan IPTEK.

Berhubungan dengan peradaban yang penuh dengan kemajuan IT yang menuntut generasi muda untuk bisa menguasai hal itu. Sehingga orang tua pun berlomba-lomba bagaimana bisa menjadikan anaknya pintar IT dan pintar berbicara Bahasa Inggris. Namun sayangnya porsi belajar ilmu dunia lebih banyak daripada belajar ilmu agama. Banyak anak-anak pulang sore karena Bimbel tetapi jarang anak-anak pulang sore atau malam karena belajar mengaji di TPQ dan Madrasah Diniyah. Sampai-sampai ada yang tidak bisa baca Al-Quran bahkan buku Iqro’ saja tidak tahu.

Mengapa belajar ilmu agama sangat penting? Pertama, karena mereka akan bisa membedakan mana hal bathil mana hal baik. Kedua, akhlak seseorang akan baik dan terjaga. Ketiga agar ibadahnya diterima Allah SWT. Semua hal tersebut merupakan beberapa keuntungan atau manfaat  dan masih banyak lagi manfaatnya dalam hidup. Manfaat tersebut saja hanya didapatkan dari 2 ilmu yaitu Aqidah Akhlak dan Fiqih.

Teringat dengan Q. S Ar-Rum ayat 7

۷ خِرَةِ هُمْ غَافِلُونَيَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآَ

 

“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. Ar Rum: 7)

 

Penulis Al Jalalain rahimahumallah menafsirkan, “Mereka mengetahui yang zhohir (yang nampak saja dari kehidupan dunia), yaitu mereka mengetahui bagaimana mencari penghidupan mereka melalui perdagangan, pertanian, pembangunan, bercocok tanam, dan selain itu. Sedangkan mereka terhadap akhirat benar-benar lalai.” (Tafsir Al Jalalain, hal. 416)

Maka dari itu mari kita seimbangkan porsi belajar ilmu dunia dan ilmu agama kita. Boleh pandai Matematika, Ekonomi, dan Berdagang tapi jangan lupakan Fiqih. Boleh pintar Bahasa Ingrris tapi jangan tinggalkan Al-Quran dan tajwidnya. Boleh kita cerdas dalam sejarah tapi jangan lupakan tarikh.

 

     اَللهُمَّ اِنِّىْ اَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً وَرِزْقًا وَاسِعًا وَاِلَى الْخَيْرِ قَرِّبْنَا وَعَنِ الشَّرِّ بَعِّدْنَا

 

Akhirul kalam

 

Wassalamualaikum Wr. Wb

LEAVE A REPLY