Pemkab Yalimo Gagal Untuk Realisasi Bantuan Studi Tahun 2019

0
38

         Pemkab Yalimo Gagal Untuk Realisasi Bantuan Studi Tahun 2019

 

 

Jayapura,blogsiswa – Ratusan mahasiswa Yalimo kota studi se-Indonesia melakukan demo di kantor Bupati Yalimo, mendesak pemerintah kabupaten setempat untuk merealisasikan dana studi akhir untuk mahasiswa Yalimo

Melalui rilis pers yang diterima blogsiswa.com, Jumat (17/1/2020), Penanggungjawab aksi Ema Yare mengatakan, aksi demo mahasiswa Yalimo yang sudah dilakukan pada 13 Januari 2020 tersebut, untuk mendesak Pemda Yalimo segera menyalurkan bantuan dana studi akhir bagi mahasiswa yang terlambat disalurkan dari tahun 2019 kemarin

“Bantuan studi (beasiswa) yang dianggarkan dari sumber dana Otsus sebesar Rp6.735.000.000 (enam milar tujuh ratus tiga puluh lima juta rupiah) disalurkan oleh pemerintah kabupaten Yalimo terhadap mahasiswa Yalimo pada tahun anggaran 2019, namun tidak dioptimalkan realisasinya,” katanya.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut transparansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan dan memberi penjelasan soal keterlambatan ini.

“Kami desak Pemerintah Daerah Kabupaten Yalimo, Bupati Yalimo dan Dinas Pendidikan Kabupaten Yalimo untuk segera menyalurkan hak mahasiswa tersebut dan memberi penjelasan atas proses keterlambatan tersebut kepada mahasiswa,” tegasnya.

Sebentara Itu, Pemerintah Kabupaten Yalimo dalam hal ini, “Bupati bersama Dinas P & P,” tidak mampu mengatasi Dana “Otsus” yang adalah Dana (urusan khusus) pemerintahan  Indonesia. Kata Napi Yali diposting di Group HKMY Se.Indonesia.

Dana yang dimaksud telah menjadi Dana “HIBAH”, Dana tersebut di rubah menjadi Dana bantuan Study untuk di bahas dan di sahkan melalui forum Pengambilan keputusan tertinggi adalah (Musyawarah).

Himpunan Mahasiswa Kabupaten Yalimo (HMKY) Se-Indonesia, masa periode II Tahun menjabat sudah menjadi program Tahunan.

Dana bantuan Study BPP. (HMKY) Se-Indonesia, telah di muat dalam AD/ART, adalah benar-benar disahkan sesuai kebutuhan Mahasiswa dari kebijakan daerah dalam hal ini “Bupati Yalimo” Katanya.

Namun Pemerintah Kabupaten Yalimo sendiri tidak menghargai BPP. (HMKY) Se-Indonesia, dan telah melanggar kode etik organisasih (HMKY), maka harus dipertanyakan berdasarkan asas dan landasan “hukum” organisasi.

Apabila! Tahun depan Pemerintah Kabupaten Yalimo terus interfensi, maka pembahasan Dana bantuan Study di anggap cacat dan tidak memberikan jaminan bagi “SDM” Kabupaten Yalimo Ujarnya.

Hal ini Mahasiswa menilai bahwa; Pemerintah Kabupaten Yalimo belum dewasa dalam pengambilan keputusan sebagai pelaksana lapangan, maka di pandang salah untuk menciptakan “SDM” yang lebih baik nantinya.

Pemerintah lebih mengedepankan sukuisme, kampungisme, margaisme, distrikisme, dan isme lainya, maka Kabupaten Yalimo “di Elelim ” tidak akan maju berkembang sekalipun dalam beberapa Tahun mendatang Imbunya.

Terima kasih Pemerintah Kabupaten Yalimo, dalam hal: Dinas pendidikan yang mengorbankan Mahasiswa/i Yalimo dalam realisasi Dana bantuan Study, maka Alam dan manusia Yalimo telah mendengarkan suara teriakan Mahasiswa Yalimo di bawa terik matahari adalah mereka yang benar merasa tertindas dalam bidang pendidikan.

Sementara itu Mekison Wandik, salah satu mahasiswa Yalimo kota studi Manokwari menegaskan, pemerintah Yalimo untuk segera merealisasikan dana studi akhir mahasiswa, sebelum mahasiswa mengambil sikap yang lebih tegas selain demontrasi hari ini.

“Demo ini dilakukan mahasiswa Yalimo baik di Papua maupun di luar Papua, akibat tidak disalurkan dana studi akhir. Kami sudah bicara di media dari tahun 2019, namun tidak pernah ditanggapi serius oleh Pemkab sehingga kami melakukan aksi di kantor pemerintahan di Elelim,” tuturnya.(*)

 

Editor: Abdon Sambom

LEAVE A REPLY