Menanti

0
11

Kunanti kau ditepi jendela.
Pada riap yang merayap menuju cahaya.
Penuntut sempurna sepertimu.
Yang mencari kesempurnaan tak pernah jemu.
Mana bisa menerimaku yang semakin melar.
Dengan cinta yang kian jauh dari nalar.

Maka biarlah aku menunggu hingga kau datangi.
Dan silahkan kau mencari yang telah pergi.
Mungkin saat sama-sama kelelahan.
Kita akhirnya saling menemukan.

Mungkinkah hal tersebut dapat terjadi?
Mungkin! Di suatu hari nanti.
Aku akan setia menanti.
Hingga kau datang kembali.

Aku menantiā€¦.
Hingga terucap selamat pagi.
Bisik lara paling sunyi.
Sesak yang kau simpan sendiri.
Aku terus menanti.

Hingga datang malam hari.
Dalam indahnya malam ini.
Yang memuat heningnya sunyi.
Menjadi penyebab tenangnya hati.

Terimakasih atas semua kenangan.
Dari keramaian,
hingga kisah percintaan yang kita padukan.
Karena bahagia itu diciptakan.
Bukan ditemukan.

Karya: Yudhistira Rozaq Maulana

LEAVE A REPLY