Makna dan Asal-Usul Aksara Jawa

0
30

Aksara jawa adalah sebuah huruf(aksara) yang diciptakan oleh Aji Saka sebagai kenang-kenangan atas kematian kedua abdinya yaitu Dora dan Sembada. Aksara Jawa berjumlah 20 yang terdiri dari 4 bait, setiap baitnya memiliki makna yang saling berkaitan.
Adapun makna dari 20 aksara Jawa, antara lain:

Bait 1 berbunyi HA NA CA RA KA berarti ana caraka (ada utusan/utusan)

Bait 2 berbunyi DA TA SA WA LA berarti pada suwala (Padudon/pertengkaran)

Bait 3 berbunyi PA DHA JA YA NYA berarti padha dene digdayane (sama-sama memiliki kekuatan)

Bait 4 berbunyi MA GA BA THA NGA berarti wasana padha dadi bathang (akhirnya semua menjadi bangkai)

Maksudnya adalah Aji Saka memiliki dua abdi yaitu Dora dan Sembada. Dora dan Sembada diberi tugas menjaga keris pusaka milik Aji Saka, yang ditinggal Aji Saka ke Mendhangkamulan. Aji Saka berpesan kepada kedua abdinya, “Jangan sesekali memberikan keris pusakan kepada orang lain,”. Setelah Aji Saka menjadi ratu di Mendhangkamulan, Dora pergi ke Mendhangkamulan untuk bertemu Aji Saka. Sampainya di Mendhangkamulan, Dora diberi tugas untuk mengambil keris pusaka milik Aji Saka. Akhirnya Dora kembali ke Pulau Majeti. Sesampainya di Pulau Majeti Sembada tidak percaya bahwa itu adalah perintah Aji Saka. Mereka melakukan pertengkaran berebut keris, dan akhirnya mereka mati.
Setelah Dora dan Sembada tidak ke Mendhangkamulan, Aji Saka menyuruh Duga dan Prayoga untuk menyusul ke Pulau Majeti. Sampai di Pulau Majeti Duga dan Prayoga melihat Dora dan Sembada mati. Setelah itu Duga dan Prayoga memberikan keris pusaka kepada Aji Saka sekaligus memberikan kabar tentang kematian Dora dan Sembada.

sumber:buku pepak basa jawa

LEAVE A REPLY