Kondisi Bangsa Indonesia sebelum tahun 1908

0
537

Kondisi Bangsa Indonesia sebelum tahun 1908

Dimulainya penjajahan Belanda di Indonesia adalah dengan didirikannya VOC (Veregnide Oost Indishe Compagnie) pada tanggal 20 Maret 1602.

Tujuan VOC aantara lain :

  1. Menguasai pelabuhan-pelabuhan penting dan kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia
  2. Melakukan monopoli perdangan
  3. Mengatasi persaingan antara pedagang Belanda dengan pedagang Eropa yang lain

VOC mulai melakukan kekerasan pada rakyat Indonesia

VOC mulai melaksanakan politik devide et impera (politik adu domba)

Sir Herman WilliamDaendels mulai berkuasa menjadi Gubernur jenderal bagi Indonesia pada tahun 1808-1811 dan menerapkan sistem kerja rodi/kerja paksa dengan membangun jalan dari Anyer-Panarukan. Karena itulah Daendels diberi julukan “Gubernur Tangan Besi”

Pada tahun 1828, Belanda mulai menerapkan sistem tanam paksa atau culturstelsel di bawah kekuasaan Gubernur jenderal Hindia BelandaVan den Bosch. Penderitaan bangsa Indonesia mulai menumbuhkan benih-benih perlawanan dari berbagai daerah. Namun perlawnan ini gagal dikarenakan perjuangan masih bersifat kedaerahan.

Penderitaan bangsa Indonesia menyadarkan beberapa orang belanda yang pernah atau tinggal di indonesia. Diantaranya, Edward Douwes dekker, Mr. Van Deventeer, dan Baron Van Houvell. Edward Douwes dekker yang mempunya nama samaran Maltatuli menulis sebuah buku yang berjudul “Max Havellar”. Didalamnya berisi tentang bagaimana penderitaan rakyat lebak, banten dibawah penjajahan Belanda.

Me. Van Deventeermengusulkan kepada belanda agar menerakan Politik Ethisch ataupolitik balas budi. Atas desakan dari berbagai pihak, akhirnya Belanda menyetujuinya. Politik etische ini memiliki 3 program, yaitu Edukasi,Inrigasi, dan Transmigrasi. Pada dasarnya, politik balas budi ini bukan untuk kepentingan rakyat Indonesia melainkan untuk kepentingan Belanda. Misalnya : Irigasi dibangun untuk kepentingan pengairan perkebunan milik Belanda, Sekolah diadakan untuk menyediakan tenaga kerja terampil dan murah.

LEAVE A REPLY