Ketika Perjalanan Dimulai

2
39

Hai sobat, jumpa lagi dengan artikel Auliya di awal bulan April ini ya. Kali ini, Auliya akan berbagi pengalaman karya wisata. Bagian pertama, yaitu saat perjalanan dimulai. Tapi perjalanan kemana dulu? Aku-Auliya,  juga siswa spensaba yang ikut wisata ke Malang, Jawa Timur.

Selasa malam tepatnya pukul 20.00 WIB, 27 Maret kemarin, aku udah stay di lapangan dan siap-siap masuk ke dalam bus lalu mencari tempat duduk.  Kami masih menunggu karena baru satu bus yang dateng. Harusnya kan ada lima bus-karena ngangkut sembilan kelas dan para pendamping, dan aku ikut bus nomor dua.

Pasangan dudukku adalah Lathifah. Dialah yang udah nunggu bus duluan dan aku juga minta dia untuk cari tempat duduk yang agak depan. Karena kata ibuku, aku berpotensi mabuk kalo duduk di atas roda ban. Tapi, mau gimana lagi. Waktu bus nya dateng udah keduluan anak-anak lain yang masuk dan nyari tempat duduk duluan. Dan waktu aku masuk, aku lihat Lathifah dapet tempat duduk belakang dan parahnya dapet di atas roda ban.

Sekitar pukul 20.30 bus mulai melaju, perjalanan pun dimulai diiringi dengan ceramah si pak pemandu wisata dari armada bus. Setelah selesai dari dirinya, disambung oleh Pak Fatah-guru Spensaba tentunya dan Bu Miya-wali kelasku juga. Disaat Bu Miya mengecek keadaan satu persatu anak itulah, aku memberitahu dirinya bahwa kata ibuku aku berpotensi mabuk kalo aku duduk di atas roda ban. Bu Miya pun mencari jalan keluarnya dan dia meminta salah pasangan untuk tukar tempat duduk denganku dan Lathifah. Dan adalah sebuah keajaiban bagiku karna pasangan itu mau tukar. Dalam hati aku sangat berterimakasih padanya. Karena daripada aku mabuk.

Kami pun akhirnya tukar tempat duduk dan aku mengambil kursi duduk didekat jendela, karna aku suka duduk disamping jendela kalo naik bus. Semua berjalan dengan lancar, kami tidurdengan nyenyak. Ehh, maaf, maksudnya aku tidur dengan nyenyak, gak tau deh kalo lainnya. Dan aku bangun sekitar jam 03.00 pagi, udah hari Rabu dan kami sampai di tempat ishoma pada pukul 03.30, di HC Putra.

Waktu turun dari bus, cuacanya dingin banget. Aku gak nyangka kalo sedingin itu. Dan waktu mandi, aku milih kamar mandinya yang airnya anget. Ehh, taunya waktu aku coba ternyata airnya dingin. Nyebelin dehh, tembah dingin kan diriku.

Selesai mandi, kami solat. Dan waktu masih menunjukkan pukul 05.00. Kenapa aku masih kedinginan, aku pun masih mengenakan jaket. Sambil menunggu sarapan, aku bersama kedua temanku-Nadia dan Rany, jajan sosis bakar jumbo. Lumayan, buat ngganjel perut, disusul oleh Nabila dan juga Fitri.

Jam menunjukkan pukul 06.30, “apa mereka tidak tahu kami lapar?” itu yang terus difikirkan dan dikatakan oleh teman-teman yang lainnya. Sampai akhirnya makanan tersebut disiapkan.

Penasaran dengan kisahku selanjutnya? Tunggu artikel Auliya yang berikutnya ya. Ok, sampai jumpa..Alvidaa..

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY