Kerusakan Hutan

0
25

Hutan merupakan suatu kawasan pepohonan dari berbagai ragam tanaman yang tumbuh lebat. Peranan hutan sangat penting dalam mencukupi kehidupan manusia sehari-hari. Sebagai paru-paru dunia yang sangat eksotis hutan harus dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Manfaat hutan pun sangat besar bagi manusia, seperti yang dikemukakan oleh Pamulardi (1999) menerangkan bahwa dalam perkembangannya hutan telah dimanfaatkan untuk berbagai penggunaan, antara lain pemanfaatan hutan dalam bidang Hak Pengusahaan Hutan, Hak Pemungutan Hasil Hutan dan Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri. Kawasan ini berfungsi sebagai sumber ekonomi, habitat flora dan fauna, pengendali bencana, tempat penyimpanan air, serta untuk mengurangi polusi pencemaran udara.

Taukah kalian bagaimana keadaan paru-paru dunia di Indonesia saat ini? Zulkifli Hasan, Menteri kehutanan mengatakan bahwa hutan di Indonesia mengalami kerusakan. 21% dari 135 juta hektar telah lenyap, 26 juta hutan tidak bisa ditanami dan 48 juta hektar atau 25% dari luas mengalami kerusakan. Luas hutan sebanyak 43 juta hektar atau 23% dari luas masih bisa ditanami dan dilestarikan. Beberapa faktor penyebab kerusakan hutan disebabkan oleh faktor tangan jail manusia yang tidak bertanggung jawab (human destructions) dan faktor alam. Kerusakan hutan akibat tangan jail manusia (human destructions) antara lain Illegal Logging (penebangan hutan secara liar) hal ini kebanyakan dilakukan oleh pengusaha industri/pabrik yang memanfaatkan pepohonan untuk kepentingan kegiatan industri dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi seperti meruntuhkan pohon dengan alat bego. Ada juga, memanfaatan hutan sebagai pemukiman penduduk. Dengan bertambahnya jumlah penduduk kebutuhan akan tempat tinggal semakin meningkat. Terbatasnya lahan permukiman menjadikan hutan lindung sebagai tempat tinggal mereka. Penyebab kebakaran hutan karena faktor alam biasanya dipicu oleh kemarau yang berkepanjangan, petir, dan lahar gunung berapi. Dilihat dari berbagai penyebabnya, kebakaran hutan di Indonesia yang sering berulang terjadi, lebih banyak disebabkan oleh faktor manusia.

Dengan berbagai faktor yang ada, dampak dari kerusakan hutan antara lain perubahan iklim yang ekstrem. Akibat perubahan iklim yang ektrem menyebabkan peningkatan suhu bumi. Hal ini dipicu karena oksigen (O2) yang berada di atmosfer akan leyap, akibat hutan yang merupakan produsen terbesar penghasil gas tidak memproduksinya lagi. Selain itu, masalah yang muncul yaitu siklus air yang menurun. Biasanya  hutan yang memiliki peranan penting dalam menyerap curah hujan, serta menghasilkan uap air yang akan selanjutnya dilepaskan ke udara. Jika kandungan air yang terdapat di udara cukup sedikit, maka air yang turun ke tanah dalam bentuk hujan pun juga sedikit. Hal ini menyebabkan tanah menjadi kekeringan dan menyebabkan para petani sulit untuk bercocok tanam. Hal ini pun juga menyebabkan berbagai jenis fauna kehilangan tempat tinggal. Fauna tersebut secara bebas akan berkeliaran di area pemukiman warga, bahkan ada juga yang mengganggu aktivitas warga.

Sesungguhnya akibat dari ulah manusia untuk merusak hutan, dampak yang terjadi akan kembali lagi pada manusia itu sendiri.  Sebagai makhluk Tuhan kita berkewajiban untuk menjaga dan melestarikan alam yang ada karena merupakan anugerah yang memiliki manfaat untuk kehidupan sehari-hari.

Lalu bagaimanakah solusinya? Memang dari pihak pemeritah kerusakan hutan di Indonesia mendapat respon yang baik, walaupun itu mengurangi sedikit kerusakan yang tejadi. Pihak pemerintah membentuk Polisi kehutanan Indonesia (Polhut) yang bertugas mengamankan, memantau, dan melaporkan kegiatan yang tejadi di hutan. Sebagai pelajar Indonesia yang harus dilakukan untuk mengurangi hal tersebut yaitu membentuk sebuah komunitas remaja peduli hutan yang memiliki jiwa nasional dalam melestarikan primadona kebanggaan Indonesia. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh komunitas tersebut yaitu menanami kembali hutan yang gundul atau sering disebut reboisasi, melakukan penjagaan yang ketat terhadap orang asing yang masuk ke area hutan dan membantu kerja Polhut dalam melakukan pelaporan kegiatan yang terjadi di Hutan.

 

Dita Wulandari

Siswa Kelas 12 Bahasa dan Budaya di SMA Negeri 1 Kepanjen

 

 

 

 

LEAVE A REPLY