Gerhana Bulan Super Blue Blood Moon 2018 di SMAN YOSOWILANGUN

4
273

Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada saat satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalang oleh bumi. Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat. Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan sama sekali tidak berbahaya.

Beberapa hari yang lalu, 31 Desember 2018 telah terjadi gerhana bulan langka. Fenomena ini langka sebab bertepatan saat bulan berada dalam konfigurasi supermoon dan blue moon. Karena itu, gerhana ini lazim disebut Gerhana Bulan Super Blue Blood Moon. Fenomena supermoon terjadi ketika bulan berada dalam jarak terdekatnya dengan bumi di masa purnama. Sehingga menyebabkan bulan purnama terlihat 14% lebih besar dan 30% lebih terang dari biasanya. Supermoon pada 31 Januari lalu juga merupakan bulan purnama kedua di bulan Januari. Bulan purnama biasanya dipisahkan 29 hari. Biasanya, setiap bulan kalender hanya memiliki satu bulan purnama. Bila terjadi dua kali dalam sebulan, fenomena ini biasa disebut sebagai blue moon. Kepala BMKG, Dwioktora Karnawati mencatat fenomena ini baru terulang dalam kurun waktu 150 tahun. Jadwal gerhana bulan super blue blood moon di Wilayah Indonesia Barat (WIB) :

Gerhana bulan sebagian         : 18.48 WIB
Mulai gerhana bulan total       : 19.51 WIB
Akhir gerhana total                : 21.07 WIB
Akhir gerhana sebagian          : 22.11 WIB

Bertepatan dengan peristiwa tersebut, mengingat dalam Islam disunnahkan untuk melakukan sholat gerhana, warga SMAN Yosowilangun mengadakan sholat gerhana bulan berjamaah di Masjid Al-Amin SMAYO. Sholat gerhana ini dilaksanakan usai sholah Isya’ diimami oleh Pak Abdul Muis, salah satu guru Pendidikan Agama Islam di SMAYO. “Sayangnya, cuaca saat itu tidak mendukung. Langit mendung dan hujan rintik-rintik tiada reda. Sehingga yang datang untuk mengikuti sholat gerhana hanya segelintir orang saja” kata Aditya Haswarna P, ketua OSIS SMAN Yosowilangun yang saat itu datang mengikuti sholat gerhana bulan. Ia juga mengatakan bahwa penampakan gerhana bulan tidak dapat dinikmati karena langit mendung, padahal ini merupakan fenomena langka. “Sebenarnya, usai melaksanakan sholat gerhana, kami naik ke lantai tiga untuk melihat gerhana bulan menggunakan teleskop. Sekali lagi, sayang sekali cuaca sangat tidak mendukung” tambahnya.

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY