Filosofi Kopi

0
31

Judul               : Filosofi Kopi            

Penulis             : Dee Lestari

Penerbit           : Penerbit Bentang

Kota terbit       : Yogyakarta

ISBN               : 978-602-8811-61-3
Tebal               : 142 halaman

Tahun terbit     : 2012

Cetakan           : Keempat belas

 

Filosofi kopi merupakan kumpulan cerita dan prosa satu dekade (1995-2015) yang mengisahkan persahabatan antara Ben dan Jody yang mengelola suatu kedai kopi. Diawali dari kegilaan Ben akan kecintaannya terhadap kopi. Ia berkeliling dunia mencari koresponden demi mendapatkan kopi terbaik dari seluruh negeri dan mengorek-ngorek rahasia ramuan kopi dari barista-barista demi mengetahui takaran yang pas untuk membuat berbagai jenis kopi, seperti cafe latte, cappucino, espresso, Russian coffee, Irish coffee, macchiato, dan lain-lain. Dengan pengetahuan yang ia miliki, Ben mendirikan sebuah kedai kopi di Jakarta. Dengan pengalaman ngopi yang diciptakan Ben, dia tidak sekedar meramu, mengecap rasa, tapi juga merenungkan kopi yang dia buat. Kopi yang dibuatnya selalu dimaknai dengan berbagai filosofi, hal itulah yang menjadi daya tarik dari kedai kopi miliknya.

Jody, sahabat Ben yang menjadi saksi perjuangan dalam merintis kedai kopi. Berbagai jenis kopi yang ia racik dimaknai, seperti halnya cappucino untuk orang-orang yang menyukai kelembutan maupun keindahan. Caffe latte yang penampilannya mirip cappucino, mereka tidak boleh kelihatan sembarangan tetapi harus terlihat seindah mungkin. Kopi tubruk ia maknai tidak peduli akan penampilan, kasar, dan cara membuatnya cukup cepat. Seolah-olah tidak membutuhkan skill khusus. Sampai suatu hari ia kedatangan seseorang yang bertanya apakah di kedai ini menyediakan kopi yang mempunyai arti kesuksesan adalah wujud kesempurnaan hidup.  Pria tersebut  menantang Ben untuk membuat racikan kopi dengan rasa sempurna, apabila diminum akan menahan nafas saking takjubnya, dan hanya berkata hidup ini sempurna. Pria tersebut menawarkan imbalan sebesar 50 juta. Berhari-hari ia berusaha untuk meracik ramuan kopi agar mendapatkan hasil kopi yang sempurna, akhirnya lahirlah Ben’s Perfecto. Ben lalu menelepon penantangnya dan pria itu datang dengan istrinya untuk mencoba racikan kopi itu. Pria itu lalu mengeluarkan selembar cek yang bertuliskan “Selamat. Kopi ini perfect. Sempurna.”

Hari-hari berlalu hinga seorang pria datang ke kedai mereka untuk membeli secangkir kopi. Dengan waktu singkat Ben menyuguhkan Ben’s perfecto. Namun, pria tersebut mengatakan kopi tersebut lumayan enak dibandingkan kopi yang pernah ia nikmati di Jawa Tengah. Ben dan Jody yang penasaran dengan hal itu, memutuskan untuk pergi ke tempat tersebut. Tak lama kemudian akhirnya ia menjumpai sebuah  kedai kopi yang menurut warga sekitar sangat enak yaitu kedai Pak Seno. Kopi yang terkenal di kedai tersebut yaitu kopi tiwus. Banyak orang yang mengatakan apabila meminum kopi itu bikin segar, tentram, sabar, tenang, kangen. Ben yang merasa gagal memilih untuk kembali ke Jakarta. Jody pun berusaha menghibur sahabatnya Ben agar tetap meneruskan usahanya itu. Ia berusaha menghidangkan segelas kopi tiwus dan memberikan sebuah kartu kepada Ben yang bertuliskan “Kopi yang anda minum hari ini adalah kopi tiwus, walaupun tak sempurna, hidup ini begitu indah” Akhirnya Ben sadar bahwa ia selama ini salah dan ia juga sadar bahwa hidup ini tidak sempurna. Ben dan Jody akhirnya kembali mengelola kedai Filosofi Kopi miliknya yang selama ini berhenti.

Kelebihan dari novel filosofi kopi ini adalah isi dari novel yang terkesan menarik dari segi judul. Dialog dan juga penjelasan untuk setiap adegan tidak berlebihan. Selain itu, juga memberikan pesan moral kepada si pembaca. Kekurangan dari novel filosofi kopi ini penggunaan kata-kata puitis yang sulit untuk dipahami, seperti “kelelahan akan berganda apabila kita dihela. Waktu akan mengimpit apabila kita dikepit, Dan suara hati akan mati jika dikebiri.”

Dari novel yang dibuat oleh Dee Lestari ini, dapat diambil beberapa pelajaran hidup yang penting, salah satunya kita harus bekerja keras dan tidak pantang menyerah bila menjalani kehidupan.

LEAVE A REPLY