CINTA PEMADAM KEBURUKAN
Fajar Handika lahir di desa Layangan, kec. Benang Sakti kab. Purakarta. Fajar adalah anak tunggal dari keluarga pak Suito dan ibu Fatma. Pada masa kecilnya ia adalah anak yang sholeh, pandai bergaul, pintar dan ringan tangan dalam membantu temanya, bahkan ia tak segan-segan memberikan sebagian uang sakunya kepada temanya yang tidak diberi uang saku oleh orang tuanya. Meskipun Fajar pandai bergaul, ia tidak pernah ikut-ikutan seperti temanya yang nakal. Ketika Fajar menginjak kelas 10 smk ia berubah menjadi anak yang pemarah, bahkan ketika sahabatnya mencoba untuk menenangkanya ia malah memukulnya.

Pada suatu hari Fajar diajak temanya ngopi di suatu tempat remang-remang, pada awalnya dia tidak berniat ikut ke tempat seperti itu, namun dia berubah fikiran karena ketika pulang ke rumah dia meliat orang tuanya bertengkar dan akhirnya dia menyusul temanya ke tempat remang-remang. Saat itu adalah kali pertamanya Fajar pergi ke tempat yang selama ini dibencinya. di tempat itu secara tidak sadar ia telah meminum minuman keras dan yang akhirnya membuatnya mabuk.

Setelah kejadian itu seringkali ia mencoba mengunjungi cafe remang-remang ketika dia sedang kesal dengan orang tuanya dan lama kelamaan dia jadi terbiasa dengan yang namanya minuman keras. Suatu hari ketika Fajar pulang sekolah dia diberitahu oleh orang tuanya kalau mereka akan bercerai, sontak berita itu seakan-akan menjadi penghancur hati Farhan dan dia pun tak sanggup membendung air matanya lagi,
Setelah perceraian itu tidak ada lagi orang yang mengurusi Farhan, bahkan sampai dia lulus sekolahpun kedua orangtuanya tidak ada yang mengunjunginya, hal itu membuat Farhan memutuskan untuk melampiaskan kekecewaanya dengan cara yang buruk. waktu terus bergulir dan lambar laun dia menjadi preman pasar yang mempunyai banyak anak buah.

Setiap pedagang selalu merasa takut ketika farhan datang ke pasar untuk menagih uang yang biasanya sering disebut uang keamanan. ketika jumlah uang yang diberikan kurang, dia tidak segan untuk memukul bahkan melukai para pedagang. uang yang diberikan oleh para pedagang selalu saja digunakan untuk mabuk dan berjudi. pada suatu hari karena kalah berjudi Farhan kebingungan mencari uang untuk membayar hutang, dia tidak hanya menagih dari pedagang pasar saja, bahkan ia sampai menyuruh anak buahnya mencopet orang yang terlihat memiliki uang banyak.

Suatu ketika Farhan sedang mengambil isi dompet para korbanya dan ia menjumpai sebuah foto gadis yang sangat cantik, hati farhan bertanya-tanya tentang siapakah gadis itu. Hari demi hari setiap jam pasar ia selalu duduk didepan pintu masuk pasar, tak lain tujuanya adalah mencari gadis yang dicarinya selama ini.
Ternyata kesabaran Farhan mebuahkan hasil, dia menemukan gadis yang dia cari dan diapun bermaksut mengembalikan dompet wanita itu sekaligus meminta maaf. Farhan terkejut ketika gadis itu malah berterima kasih padanya, gadis itu berkata kalau selama ini dia hanya menjumpai satu pencopet yang mau mengembalikan dompet lengkap dengan isinyan akhirnya merekapun saling berkenalan dan asyik mengobrol.

Kebaikan gadis yang bernama Rahma itu membuat Farhan semakin terbayang-bayang wajahnya ketika ia hendak tidur, tak disangka keesokan harinya Farhan bertemu dengan gadis itu dan dia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk meminta nomor phonselnya. setiap hari Farhan selalu menelpon Rahma dan Rahma tidak sedikitpun merasa keberatan dengan Farhan.

Semakin hari mereka berdua terlihat semakin akrap dan tidak canggung untuk curhat. Pada saat itu Farhan merasakan tumbuhnya getaran cinta di antara mereka, akhirny farhan mengajak ketemuan Rahma taman dekat desa dan dia ingin sekali segera mengungkapkan rasa cintanya kepada Rahma.

Saat mereka bertemu di taman Farhan langsung menyatakan perasaanya kepada Rahma, dan ternyata Rahma juga menyimpan perasaan yang sama terhadap Farhan. Meskipun begitu Rahma tidak mau merasakan dunia pacaran, dia ingin Farhan menjadi orang yang baik dulu kemudian langsung mempersunting rahma menjadi istrinya. Akhirnya permintaan Rahma ia sanggupi.

Farhan mulai menitih karirnya dengan menjadi montir di suatu bengkel, tak hanya itu dia juga berusaha mempelajari lagi hafalan Al-Quran yang dulu dihafalnya. Dengan semangat juang dan kegigihan yang tinggi, Farhan berhasil menghafalkan kitab suci Al-Quran dari jus 1 sampai 30 dan dia juga mempunyai 3 bengkel besar. setelah dirasa cukup, ia yakin bahwa Rahma akan bersedia menerimanya.

Dengan semangat yang membara keeokan harinya Farhan mendatangi rumah Rahma dengan tujuan Untuk melamarnya, rahma sangat bangga terhadap Farhan karena dia mau berubah menjadi orang yang baik dan tanpa fikir panjang Dia langsung menerima Lamaran dari Farhan. kedua orangtua Rahma berunding untuk menentukan hari pernikahan anaknya, setelah mereka menemukan hari yang pas, mereka menyiapkan segala sesuatu yang kiranya diperlukan dalam pernikahanan.

ketika hari yang ditunggu-tunggu tiba, dengan Mantab Farhan mengucapkan ijap qobul dengan benar dan para saksi pun mengesahkanya, setelah itu merekapun hidup sakinahmawadahwarrohmah. Farhan pun menjadi imam yang baik dan taat menjalankan kewajibanya sebagai umat muslim.

sekian dan terimakasih 😀 hehehehe

LEAVE A REPLY