CERPEN: WALAU TAK SAMPAI UJUNG

0
30

Angin semilir pagi menembus heraian rambut Riana Vinanda gadis manis yang masih duduk di tempat tidurnya.

“Hhhhhh”desahnya sambil mengucir rambut panjang sepunggung itu,dengan berusaha untuk benar benar membuka matanya.

Ia tahu jika hari ini adalah hari pertamanya sekolah menengah pertama (SMP),sambil berjalan ke kamar mandi Riana terus berpkir akankah Risma sahabatnya sewaktu SD akan menjadi satu kelas dengannya lagi ataukah tidak.Selesai mandi riana berjalan ke ruang makan yang telah tersedia beberapa lauk paginya,tampa pikir panjang  Riana yang sering dipanggil Anna itu menyantap semua yangtelah di siapkan mamanya di  sana.Dengan langkah terburu buru Anna berlari agar tak terlambat di hari pertamanya tersebut.

“BRUK”suara buku yang jatuh berserakan,karna Anna menabrak tiang yang tingginya hingga 3 meter itu.

“Uhh sial sekali aku hari ini sih seharusnya aku tadi bangun lebih pagi”batin Anna dengan kesal,tiba tiba sosok besar, gagah,tampan dan tinggi berada di depan nya.

“Hai …mengapa kamu ini”tanya Leo Arsya yang sering di panggil Leo itu dengan wajah penuh tanda tanya.

“Apa urusanmu?” jawab Anna sadis,sambil membereskan bukunya yang sedang berserakan.

Berat rasanya meninggalkan Leo di sana padahal dulu Leo adalah sahabat kecil Anna dari kecil.Sebenarnya ada kerinduan Anna yang ia sembunyikan dari Leo,sambil mengosok gosok kan jidatnya yang masih sakit ia meninggalkan Leo tampa salam bahkan pandangan.Anna yang waktu itu terus mencari Risma namun yang ia temukan adalah papan pemberitahuan pembagian kelas Anna mendapatkan kelas 7d bersama Risma sahabat yang paling cantik dan pintar dan curi kesempatan Anna mencari kelas Leo yang ternyata mendapatkan 7a terlalu jauh untuknya.

“Apa yang kau pikirkan”ucap Anna dengan bodohnya pada dirinya sendiri.

Tak bisa dipungkiri lagi kalau sebenarnya Anna memang naksir Leo yag tampan itu namun apa daya Anna yang mempunyai sahabat baik  seperti Risma yang naksir berat ama si Leo sahabat kecil Anna yang tampan.sepulang sekolah Anna langsung merebahkan tubuhnya dikasur terlihat wajahnya yang pucat memancar jelas di wajahnya karena Anna harus pura pura benci pada Leo di depan Risma yang selalu meminta Anna untuk membantunya mendapatkan hati Leo.

“Kau pikir aku apa?…robot kenapa sih kamu harus suka sama Leo”gunam Anna dalam hatinya yang terus bergemuruh untuk tetap mengatur nafasnya yang naik turun.

“Anna”suara kecil yang berbisik dekat di telinga Anna terdengar jelas,sontak Anna memukul orang yang berbisik itu.

“Kau…apa yang kau lakukan heh”tanya Anna pada  berbisik yang ternyata Leo.

“Oh…kau terkejut ya HAHAHAHAHAHA”tawa Leo yang terdengar begitu keras .

“Pelan kan suara mu ini sudah malam Leo”bisik Anna yang terlihat ling lung.

“Ok aku ingin pinjam paket buku jepang mu”jawab Leo sambil masuk dari jendela .

“Nih dah sana Loe pulang”jawab Anna ketus.

Entah apa yag dipikirkan Leo namun yang jelas hari ini Anna begitu bahagia.Hari hari berlalu entah mengapa hari ini sangat aneh bagi Anna ketika tahu jika Leo punya banyak penggemarnya yah tak usah ditanya soal wajah,tubuh dan otak Leo memang paling top,namun tiba tiba Risma berlari ke arah Anna pagi ini.

“Leo na Leo Leo i..i…itu” kata Risma dengan gigi mengigit bibirnya perlahan gagap gagap membuat Anna deg degan.

“Apa sih maksudmu yang jelas dong”jawab Anna bingung.

“Leo di tembak pake surat dari adek kelas tau gak sih lo,yang nembak itu manis banget ga kebayang deh”lanjut Risma sambil mengatur nafasnya yang naik turun tak karuan.

“Terus..emang kenapa?di tolak di terima kan terserah dia nape loe heboh”jawab Anna sok cuek.

“Enggak juga sih..di tolak iya  tapi kan sekarang kita kelas 8 masa aku PDKT ama Leo gak ada bedanya sih bantuin dong na”rujuk Risma pada Anna melas.

“Iye gampang”

“Uuuuuuuuuhh napa sih kok sekarang saingan gue tambah banyak banget perasaan”

Batin Anna dalam hati setelah sampai di rumah.

“Rianaa…”suara mama Anna memanggilnya.

“Iya mama,ada apa?”tanya Anna sambil menuruni tangga.

”Nih salak buat mama nya Leo”perintah mama menyodorkan kardus.

Sontak setelah dengar mamanya bilang itu Anna terkejut dibuat nya malam ini tepat jam 19.00 malam Anna berjalan sambil gemetaran  karna setelah lulus  TK anna tak pernah lagi ke rumah Leo dan ini menjadi pertama kalinya lagi Anna menginjakkan kaki di rumah Leo.

“Semoga dia ada di rumah”gunam Anna sendiri.

“TOKTOKTOK”suara pintu berketuk.

“Iya ada apa na kok tumben kesini mau ngapel in aku ya”sapa  Leo dengan suara menggoda.

“Nih salak dari nyokap gue”jelas Anna dengan logat jakarta gaulnya.

“Oh iya bilang ke mama lo ya makasih dari gue sekeluarga”kata Leo sambil tersenyum manis.

“Emang di rumah ada siapa sih,kamu sendirian ya,kamu udah makan belom,uda ada makanan gak?,pasti kamu kelaparan deh aku boleh masuk gak”tanya Anna beruntun tanpa spasi.

“Boleh”jawab Leo singkat sambil menggandeng Anna masuk ke rumahnya.

Setelah lama mereka berbincang bincang Leo terlihat terus menatap wajah Anna yang sayu manis dan terlihat lelah sambil berbincang Anna memasak sup ceker ayam buatannya walau hari semakin gelap,tak terasa mereka lewati berdua.Setelah sup sudah matang mereka menyantapnya bersama namun suasana menjadi hening ketika mereka tegang.

“Apa kamu cinta aku Leo”teriak Anna dengan menunduk kan kepala sedalam-dalamnya hingga mengheningkan suasana.

“Ma….ma..maksud..maksudku itu kata itu dari Risma kau tau bukan tu aku hanya menyampaikan padamu karna Risma tak sempat untuk bertanya padamu ”jawab Anna gagap.

“Oh”jawab Leo cuek.

Setelah itu Anna  berlari sekencang kencangnya meninggalkan rumah besar milik keluarga Leo itu tampa pamit karna gugup,sebenarnya tadi itu adalah kata dari dalam hati Anna sendiri yang terungkap namum banyak alasan untuk membantah. Begitupun Leo yang ter nganga mendengarnya,namun Anna tahu jika ia punya 2hati yang satu ia menyintai Leo dan tak ingin hilang dari hatinya dan yang satunya ia menyintai Anna sebagai sahabat dan tak ingin melukainya, namun sayang ini mungkin tak kan sampai ujung.Empat tahun berlalu Leo dan Risma menjadi sepasang kekasih mereka saling menyintai namun itu juga karna Anna yang membantu dan sekarang Anna lah yang paling tersakiti di antara keduanya.Suatu perpisahan harus dialami oleh ketiga sahabat itu karena Leo yang bersekolah di jepang dan Anna yang melanjutkan sekolahnya di Singapore ,setiap malam Anna selalu merasa kesepian diantara gedung gedung yang terlihat di atas balkon apartemennya Anna terus mengingat kenangan ndah dirinya bersama Leo pada waktu mereka bersama namun sayang semua harapan itu musnah ketika Anna tau jika  Leo dan Risma telah resmi berpacaran,hati Anna yang selalu luluh ketika melihat Leo pun hancur karena ia sejak itu selalu hanya melihat mereka bersama. Pagi itu di apartemen nya hp Anna berdering tak henti henti setelah sekian lama ia tak melihat nama itu tertulis di handphonenya sekarang nama itu muncul lagi Nama itu kembali di layar hp Anna yang sepi.

“Hallo Leo”salam anna lembut bergetar  di ponselnya.

“Hei Anna bisa bertemu di taman Marina Bay  Sands Singapore”jawab Leo to the point.

“Ka…kau di singapore sekarang ”balas Anna penuh tanda tanya.

“Iya,aku tunggu kau di bangku taman warna hijau bercak merah jam 7 malam nanti”

“BITTTTT”suara ponsel yang mati dari layar hp Anna.

Seketika itu Anna hanya tergagap saja dengan wajah yang tadinya sayu sekarang berubah menjadi penuh tanda tanya besar dan kebingungan  dengan langkah goyah ia tak yakin dengan kata kata Leo yang mendadak itu.Tepat jam 7 malam itu Anna pergi berlari ke taman di Marina Bay Sands dekat pohon besar yang di bawah nya ada kursi hijau bercak merah di sana yang telah duduk seseorang tampan gagah dan berkulit putih itu yang tak lain adalah Leo Arsya.

“Hai Leo”sapa Anna dengan lembut sambil mengibaskan rambut panjang nya dari jaket tebal dengan sweter manis merah  yang terlihat elegan dipakainya itu.

“Hai…”jawab Leo singkat seolah tak peduli dengan penampilan Anna yang manis Leo langsung menunduk sedalam dalamnya.

“Ada apa? kenapa?dan apa yang kau lakukan di sini”tanya Anna dengan bingung.

“Hei walaupun aku telah berpisah dengan Risma akankah aku bisa mengungkapkan lagi jika aku masih sayang dia”tanya Leo sambil menatap bulan dan bintang bintang di langit malam.

Rasanya hati Anna seakan di guncang tak terarah dan saat itu pun aku sadar jika Leo pun menyintai Risma dan Anna tersenyum lembut airmatanya seakan ingin mengalir deras dan ia tak bisa menahan nya,lalu Anna berdiri.

“yah…sayang dan cinta itu memang seperti itu Leo…kalau kau cinta padanya pasti kau dapatkan”balas Anna sambil menghapus air matanya.

“Hmm…walau tak sampai ujung,namun kau inginkan ujung dari sebuah cerita nyata ini kan,maka buatlah ujung inidi hidup mu hanya untuk impian mu saja yang tak terhingga”

Sakit rasanya yang di rasakan Anna namun ia tak tau harus bagaimana lalu Anna duduk membelakangi wajah Leo.

“Apa yang harus ku lakukan”tanya Leo .

“Kejarlah walau sampai ujung dunia,dan perasaan lah yang akan berbicara ”jawab Anna dengan suara lembut.

“Ini adalah hari di mana semua yang Anna inginkan  tak sampai ujung dan mereka yang mendapatkan ujung adalah mereka yang saling menyintai aku rela melakukan apapun demi sahabat ku agar mereka dapat bersama jika cinta harus mengorbankan perasaan begitu lebih  baik daripada cinta yang harus mengorbankan sahabat”batin Anna.Setelah 3 hari akhirnya aku dapat kabar dari Leo,sepucuk surat bertuliskan isi jika mereka kan segera menikah di bulan ini di Eropa di mana Risma tinggal,air mata Anna seakan tak terbendung lagi tapi itu telah terjadi biarlah terjadi senyum yang tak sampaik ujung ini biarlah tuhan dan aku yang mengerti batin Regina dalam kesunyian hati.

“Ini adalah takdir,mungkin aku memang tak berjodoh,yang paling penting sahabatku bahagia….kenapa aku harus menangis dasar gadis bodoh “gunam Anna sambil menghapus air matanya di pipinya yang halus dengan menggigit bibir bawahnya agar berhenti menangis.

“Bagaimana  kalau kita pergi ke pernikahan mereka lalu jalan jalan dan cari jodoh disana”gunam Anna pada kucingnya sambil ,mengelus elus bulu kucingnya yang berwarna hitamdan putih

“Leo mungkin aku tak bisa melupakan mu tapi mungkin aku bisa berhenti mengharapkanmu,sorry i’m tired now “gunam Anna lagi pada kucingnya lalu berjalan lagi ke balkon.

Di balkon Anna tertidur begitu pulas di terangi bintang yang tak pernah membawanya sampai ujung ceritanya…yah cerita cinta dan cerita tentang persahabatannya yang mengelikan,lalu di pejamkan matanya sedalam dalamnya dalam kesunyian.

END

Karya: Putri Naya Sabilla
Sekolah: SMP N 5 Ambarawa
Email :[email protected]
Instagram:@nayasabela

LEAVE A REPLY