Cerpen: Sahabatku Kamu

0
48

Sahabatku Kamu

Saya, kamu, kita berdua bersahabat.

“ Aku Vina berjanji untuk selalu setia tanpa perceraian karna sebab suatu hal”.

“ Aku Vita berjanji untuk selalu ada bersama sahabatku dalam keadaan apapun itu yang mungkin akan memisahkan persahabatan kita “.

Janji persahabatan kami selalu kudengar tepat di hatiku.

Kami tinggal didesa terpelosok sering disebut kisik karena dekat dengan laut dan ladang, persahabatan kami terjalin sejak usia dini, dari SD, SMP, SMA, kami selalu bersama entah takdir atau hanya kebetulan dari SD sampai SMA selalu satu kelas. Saat ini kami kelas XII IPA 5 karena IQ kami yang rendah membuat kita harus berada di kelas IPA 5 kelas terakhir dari perhitungan Rangking siswa, semua itu tidak membuat kami merasa bodoh.

“ Hai Vino tunggu “ Teriakku sambil melambaikan tangan.

“ Hai, Ada yang bisa saya bantu Vita “ Kata baku ketua Osis.

“ Vin boleh pinjem buku cetak Matematika kamu nggak ?” Modus.

“ Waduh gimana yah, soalnya mau saya pakai buat ngerjain tugas dari pak Phytagoras”.

“ Sama kalau begitu, Aku juga mau ngerjain tugas dari pak phytagoras, maksud saya pak Iwan”.

“ Gimana kalau kita ngerjain sama-sama, sama Vina juga”.

“ Ok, sehabis pulang sekolah”.

Sama Vina, kenapa nggak kita berdua saja, batinku sambil pergi meningalkan Vino.

Aku tak bosan-bosan untuk mendekati Vino walaupun Aku tau Vino tidak pernah punya rasa simpatik kepadaku. Vino itu cowok idaman, Dia ganteng, pinter, dan sopan. Dari pertama masuk SMA Aku sudah merasa simpatik kepada Vino, Apalagi sejak Vino jadi Ketua Osis hampir semua Bunga di SMA kita  simpatik padanya, tapi hanya Aku yang akan memilikinya.

“ Vina, Kamu udah kerjain tugas Pak Phytagoras belum ?”. Tanyaku sambil duduk di sampingnya.

“ Belum nih, kenapa ? mau nyontek ?”. Ledek Vina.

“ Khusus tugas ini Aku nggak nyontek sama kamu, tapi Aku minta kamu ngajarin Aku, Nanti pulang sekolah kita ke taman sekolah buat ngerjain tugasnya, Ok !”.

“ Ok, mimpi apa semalem jadi semangat banget ?”.

“ Udah pokoknya Kamu harus datang ke taman sekolah, jangan nolak loh ya”.

Setelah pulang sekolah Aku langsung mengajak Vina untuk cepat pergi ke taman, tapi Vina harus pergi ke kantor untuk memenuhi panggilan dari pak Phytagoras.

“ Kamu duluan aja Vita, nanti setelah urusanku selesai Aku langsung ketaman”  ucapnya.

Tak menunggu lama Aku langsung pergi menghampiri Vino, hanya sekedar mengingatkan Vino si sibuk.

“ Vin, Yuk ke taman !”.

“ Iya, gimana Vina bisa ?”.

“ Bisa, tapi Dia lagi ada urusan sama Pak Phytagoras” jawab ketusku.

Vina lagi Vina lagi, sadar Vino ada Aku disini kenapa harus Vina yang kamu cari, Asal kamu tau Aku cemburu ketika kamu dekat sama Vina walaupun Dia sahabatku sendiri, Batinku.

Karena menunggu Vina terlalu lama Kami putuskan untuk memulai mengerjakan tugas,

“ Vino tadi waktu istirahat Aku nyoba ngerjain soal nomor satu tapi jawabanya nggak sesuai sama kunci pak Phytagoras”.

“ Coba sini Aku lihat, mungkin kamu kurang teliti menghitungnya, blablabla,…..”.

Saat Vino mencoba menjelaskan Akupun tak mau kehilangan kesempatan tuk menatap wajahnya,

Kau yang akan kutatap,

                        Senyum, tuturmu, semua tentangmu

                        Hanya Aku yang memilikinya,

                        Bersyukur Tuhan memberikan semuanya,

Walaupun kau tak pernah berikan padaku

( Syair Hatiku untukmu )

Kedatangan Vina mampu merubah semuanya, Vino yang tak lagi memedulikanku Dia selalu mencoba tuk mendekati Vina, Rasanya Aku tak sanggup lagi melihat Kejadian yang tidak seharunya Aku lihat. Aku tak meninggalkan sepenggal kata, Aku langsung merapikan Buku dan pergi meninggalkan mereka berdua.

“ Vita tunggu ….” Panggil Vina.

Sretttt, Aku berhenti.

“ Vita kamu kenapa, kamu marah sama Aku. Kalau Aku salah Aku minta maaf, Asal kamu tahu Vit Aku nggak pernah suka sama Vino, Aku anggap Vino hanya sebatas teman saja. Aku nggak mau persahabatan kita hancur Cuma gara-gara Cowok, Vita percayalah padaku”.

Tiba-tiba Vino mengela percakapanku bersama Vina.

“ Apah Vin ?? Selama ini Aku sudah berikan semuanya untukkmu agar kamu bisa suka sama Aku. Tapi Apa ? Kamu jahat Vin, Jahat,…..”. Keluh Vito yang tak sengaja mendengar penjelasan Vina.

“ Vito maafin Aku, Aku nggak bisa suka sama kamu. Hatiku sudah ada yang memiliki”.

Aku tak ingin mendengarkan semuanya, yang Aku tahu Vito suka sama Vina dan Aku tak bisa memiliki Vino. Aku nggak tahu apa yang Aku lakukan ini benar atau salah, Aku membenci sahabatku sendiri dan Aku ingkar dengan janji persahabatanku denganya. Setahuku selama ini Vina belum punya kekasih tetapi kenapa dia bilang sudah ada yang memiliki hatinya ?. Aku berfikir untuk meminta maaf sama Vina karena Aku tahu Dia tidak bersalah.

Kring … kring … kring … Bel rumahku berdering menandakan ada tamu yang berkunjung.

Kubergegas membuka pintu dan teryata Vina tamuku. Aku nggak tahu apa yang terjadi sama Vina tiba-tiba Dia memelukku sambil menangis, dan Aku nggak bisa melihat sahabatku menangis,

“ Kenapa kamu Vin, sinih duduk dulu cerita sama Aku, siapa yang tega melukai hatimu ?”.

“ Vita kamu tahu kan ka Adam ?” Tanya Vina sesambil menangis.

“ Tahu Vin, kenapa Ka Adam, kenapa Vin ?”.

“ Selama ini Aku bersabar menunggu Dia pulang, tapi apa yang Dia berikan setelah semuanya, Dia ngasih undangan ini sama Aku Vit ”.

Kubuka undangan lecek yang diberikan Vina, dan teryata undangan pernikahan Ka Adam bersama calon Istrinya, Aku tahu selama ini Vina benar-benar sayang sama Ka Adam sampai Dia rela menunggu kepulangan Ka Adam dari tempat kerjanya, Akupun lupa kalau Vina suka sama Ka Adam karena sudah 2 tahun Vina tak lagi bersama Ka Adam.

“ Vina apa yang terjadi sekarang mengingatkan kita tentang Jodoh, Dia akan kembali dalam pelukan kita jika memang  dia jodoh kita. Apa yang kamu rasakan sekarang juga Apa yang Aku rasakan sekarang, Aku bersyukur karena Tuhan ciptakan kamu untukku”.

“ Vita maafin Aku kalau kejadian kemarin membuat kamu sakit hati, Aku juga bersyukur karena kamu selalu ada untukku”.

“ Kamu nggak salah Vin, mungkin waktu itu Aku salah paham dengan semua keadaan “.

Akhirnya Aku sadar bahwa persahabatan itu lebih penting dari segalanya, dengan kejadian ini menyadarkanku Apa arti persahabatan yang sebenarnya. Aku harus bisa Move On dari Vino karena Cinta itu tidak bisa dipaksakan, sulit memang untukku bisa Move On dari Vino.

LEAVE A REPLY