Bukan Sebatas Patok Tenda

0
41

  Disuatu hari tepatnya pada tanggal 19 sampai dengan 21 Oktober 2018 diadakan kegiatan Pramuka tingkta Internasional yaitu Jota-Joti. Jota-Joti adalah kegiatan jambore yang menggunakan fasilitas internet dan menggunakan perangkat radio yang biasa disebut 40m band yang digunakan untuk menghubungkan anggota Pramuka Internasional. Tujuan saya mengikuti kegiatan ini adalah untuk menunjang cita-cita saya menjadi TARUNA AAL. Hal ini memiliki hubungan karena dalam hal militer komunikasi merupakan hal yang penting terutama komunikasi menggunakan radio komunikasi. Setelah melaksanakan kegiatan Jota-Joti ini kita akan mendapatkan sertifikat. Nah sertifikat ini juga bisa digunakan untuk pendaftaran AAL ataupun mendaftar untuk kuliah. Pada hari pertama kegiatan sebelum melakukan Jota-Joti kami di beri materi dan di briefing. Untuk kegiatan pada tahun ini peserta dianjurkan untuk menginap, karena lokasi kegiatan yang terlalu jauh dari rumah peserta.

Dalam Pramuka tempat dimana peserta melakukan kegiatan kepramukaan disebut Bumi Perkemahan. Pada saat itu saya bersama 4 teman saya yaitu Ayesa, Rozi, Gusti, dan Firza. berangkat terlalu sore sehingga kami datang terlambat dan hampir mendekati waktu shalat maghrib. Setelah datang kami langsung melakukan check in dan menuju ke masjid untuk melaksanakan shalat. Setelah menunaikkan shalat kami bergegas menyusul kegiatan yang akan dilaksanakan. Di malam pertama kami hanya fokus dengan kegiatan yang dilakukan dan menyusul materi yang telah diajarkan karena kami datang terlambat.

Pada esok hari tepatnya tanggal 20 Oktober saya terbangun lebih awal daripada  teman-teman saya. Berhubung waktu shalat kurang 15  menit lagi saya langsung bergegas menuju masjid. Dan ternyata masjid masih kosong, saya masuk ke dalam masjid sambal bergumam (menggunakan bahasa keseharian saya dan teman-teman yaitu Bahasa Jawa) “Duh kok teko ndisik i rek, oalah nggletek tak kiro we skate siap-siap shalat. Eroh ngunu ngkok ae budal e.”. Karena belum ada teman-teman yang datang saya mengumandangkan adzan untuk membangunkan mereka. Dan setelah mereka siap berjamaah saya ditunjuk sebagai imam. Alhamdulillah shlat dapat dilakukan dengan khusyuk. Setelah shalat dilaksanakan kami melaksanakan senam pagi. Nah sebelum dilakukan kegiatan tersebut saya mendengarkan dengan tidak sengaja bahwa ada 3 orang perempuan yang sedang membicarakan saya. Entah apa ynag mereka bicarakan saya berusaha acuh dan hanya fokus pada kegiatan.

Disaat senam berlangsung tidak sengaja saya berposisi dekat dengan perempuan yang membicarakan saya tadi. Saya tengok sedikit perempuan itu cantic dan sangat manis, sehingga saya agak malu dan jantung saya berdetak agak kencang. Setelah melakukan satu macam senam perempuan itu menyapa saya lalu berkenalan dengan saya. Nama perempuan itu adalah Syifa. Dan dalam hati saya berteriak histeris “Iki tenan a? Duduk mimpi kan?”. Dan entah mengapa saya merasa sangat gembira lagi seakan mood atau perasaan saya berada hampir dipuncak kegembiraan. Entah mengapa saya merasa posisi saya selalu dekat dengan tempat dimana dia ada. Pada saat itu dilakukan kegiatan makan komando dan Syifa berada di depan saya. Lalu pelatih dan panitia memberi perintah agar saling berbagi dengan menyuapi orang yang berada di depannya. Saya gembira sampai tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila. Dalam hati saya berbicara “Damn! Seriously? This is real? What the…”. Akhirnya setelah membaca doa kami melaksanakan perintah tersebut, kami saling bercanda saat makan dan merasa nyaman sehingga tidak terasa makanan tersebut sudah habis.

Setelah kegiatan makan komando dilaksanakan kami melanjutkan ke agenda berikutnya dimana kami diberikan materi tetapi putra dan putri disendirikan di kavling sendiri-sendiri hingga esok hari. Pada malam hari kami saling bertukar cerita, sharing-sharing, dll. Sampai akhirnya saya memamerkan hal yang telah saya dapatkan pagi hari tadi kepada teman-teman jomblo saya. Mereka terlihat sangat iri dan ingin menjadi saya dengan mengandai-andaikan hal tersebut terjadi kepada mereka. Kami bercenda gurau hingga satu persatu dari kami terlelap bertamasya menuju pulau kapuk. Sementara mereka tertidur saya dan teman saya yang bernama Ayesa pergi ke kavling kegiatan Jota untuk mencoba menghubungi teman-teman pramuka dari luar negeri. Tetapi saat melewati kavling perempuan saya di bully oleh Ayesa, dia berteriak “Syifa digoleki Yudhis jare kangen!”. Dia memanggil nama perempuan itu berkali-kali sampai akhirnya saya tinggal berlari menuju kavling kegiatan Jota. Untungnya dewi fortuna berpihak kepada saya. Mereka semua sudah tertidur pulas mungkin karena lelah dengan agenda kegiatan yang padat. Sehingga mereka tidak ada yang mendengar hal tersebut. Dalam kegiatan Jota kami diwajibkan untuk menggunakan kode atau sandi huruf. Seperti contoh ketika memanggil rekan-rekan Jota lainnya kami harus mengatakan “CQ Jota disini YC3ZJX (Yanke Charlie Three Zulu Juliet X-ray) memanggil stasiun Joya tang mengudara. Lalu jika ada tanggapan kami menyebut nama kami “Disini dengan operator Yanke Uniform Delta Hotel India Siera Tango India Romeo Alfa”. Kurang lebih seperti itu saat perkenalan. Kami melakukan Jota hingga pukul 01.00 WIB dan kami tertidur di kavling kegiatan Jota. Saya sempat terbangun karena dingin nya suhu dan mengajak Ayesa untuk kembali ke kavling putra. Tetapi dia tidak bangun-bangun sehingga saya kembali tidur di tempat itu lagi. Ayesa adalah sahabat saya sejak SMP dan dia juga aktivis pramuka dari Saka Bahari yang tegas, bijak, dan hobi saling membully dengan saya. Kami tergabung dalam saka yang sama dan selalu sharing-sharing (curhat) jika ada masalah atau hal baru.

Esok pagi aktivitas dan agenda dilakukan seperti biasa. Pada pagi hari dilakukakn shalat shubuh berjamaah, olahraga bersama, dan makan pagi bersama. Kegiatan di pagi tersebut menjadi berbeda karena saat saya selesai melakukan hobi saya yaitu bermain bolas basket, dia meminta saya untuk mengajari dia bermain basket sehingga teman-teman  berteriak “Woy mari woy” “Enakno” “Cie-cie” dan lain lain sampai mereka terdengar seperti burung yang bersahutan-sahutan. Sampai datang malam hari kami melaksanakan agenda Makrab (Malam Keakraban) dengan menyalakan api unggun sebagai penghangat sambil menunjukkan bakat dan kemampuan masing-masing. Seperti menari, bernyanyi, memainkan gitar, dll. Pada saat giliran saya, saya membacakan puisi ciptaaan saya, lalu menampilkan musikalisasi puisi dan bernyanyi bersama Ayesa tetapi saya hanya bertugas memainkan gitar. Kami membawakan lagu yang romantis. Pada saat menampilkan lagu dan bergitar teman dari SMK Penerbangan teriak bahwa lagu tersebut dibawakan untuk perempuan itu (Syifa). Pipi saya berubah merah karena tersipu malu dan malah salah tingkah. Dan rupanya hal tersebut terjadi juga dengan perempuan tersebut.

Selesai melakukan kegiatan kami kembali ke kavling masing-masing. Pada malam itu saya tidak bisa tidur dan mengajak Ayesa untuk mencari kafe atau warung kopi untuk minum minuman hangat dan memakan sedikit makanan  ringan. Saya mengajak Ayesa dengan seperti biasa “He le, metu ngopi ayo, Aku gak iso turu iki lue pisan. Ayo metu gabut aku, males ndek kene, bosen.”. Dengan segala alasan saya akhirnya Ayesa mau diajak pergi keluar. Pada saat berangkat tidak ada hal mistis yang terjadi, karena sebenarnya sekolah tempat kami melaksanakan kegiatan sangat dekat dengan makam yang luas. Dan mungkin hal mistis tidak terjadi karena kami lewat makam tidak terlalu malam yaitu masih jam 22.00 WIB. Tetapi pada saat pulang hal mistis terjadi, serasa keadaan berubah menjadi horor. Kami pulang jam 00.27 WIB dan ketika melewati makam kami melihat banyak sekali penampakan. Untung saja saya dan Ayesa bukan seorang laki-laki penakut yang bermental lemah dan beriman lemah. Tetapi tiba-tiba saat melewati samping kiri makam yang dekat dengan perkebunan tebu muncul sosok pocong di sebelah kiri saya sehingga kami mencium bau busuk yang menyengat dan kami hanya menyapa sosok tersebut. Tetapi seakan sosok itu menunjukkan hal buruk akan terjadi dan banyak anjing menggonggong kami menyegerakan kembali ke bumi perkemahan. Saat datang kami segera menanyakan ke teman-teman kami apa ada hal aneh terjadi di lingkungan sekolah, mereka menjawab “Tidak.”. Alhamdulillah aman-aman saja dan tidak terjadi apa-apa. Sampai jam 01.00 WIB saya masih terjaga dan tidak bisa tidur. Semua orang nampaknya sudah tidur dan saya pergi keluar kavling untuk menghirup udara segar sambil membawa roti dan beberapa makanan ringan dan tidak lupa memakai jaket putih saya. Ternyata perempuan yang berulang kali saya ceritakan masih belum tidur dan dia sedang berada di tengah lapangan basket sambil memandang bintang sendirian. Setelah itu saya mencoba menghampirinya dan memastikan itu adalah asli orang dan bukan mbak kunti hahaha. Dan dia terkejut karena saya tiba-tiba duduk disampingnya. Kami bercenda gurau, saling bertukar cerita dan pengalaman sambil memakan roti dan makanan ringan yang saya bawa dan tidak sadar jam menunjukkan pukul 02.00 WIB. Lalu saya melihat dia sepertinya kedinginan dan dengan reflek saya memakaikan jaket yang saya kenakan kepadanya. Kami semakin nyaman dengan perbincangan pada dini harin itu sampai kita saling terdiam mungkin selama 10 menit untuk menikmati keindahan alam dan langit yang cerah. Karena kondisinya yang kelihatan lelah dan waktu yang semakin dekat dengan datangnya mentari saya mengajak dia kembali ke kavling masing-masing untuk istirahat, tetapi dia tidak mau. Perempuan itu mau dengan syarat berbagi nomer Whatsapp dan mengabadikan momen tersebut di beberapa akun media sosial serta membantunya menyelesaikan tugas dari ambalan pangkalannya. Dan setelah hal tersebut selesai dilakukan kami kembali ke kavling masing-masing untuk beristirahat.

Saat esok hari setelah upacara penutupan, kami berfoto bersama teman-teman perwakilan dari Saka dan beberapa perwakilan dari Dewan Ambalan. Setelah itu kami membersihkan kavling dan mengemasi barang-barang kami kembali. Setelah selesai Syifa menemui saya dan ada barang yang kelupaan yaitu jaket yang saya kenakan dini hari tadi ke Syifa dan saya lupa akan hal tersebut hahaha. Dan saya akhirnya memberanikan diri untuk mengajaknya berfoto berdua mumpung ada kesempatan emas (golden chance). Dan selesai berfoto kami sedikit bercanda tentang kesan kegiatan Jota-Joti tersebut. Saya mengawali dengan mengajukan pertanyaan. “Yoopo rasane melok Jota-Joti?”. Dia menjawab “Iki dino sing berharga, akeh pengalaman, kenangan anyar, terus konco anyar uakeh wes pokok e. Bakal kangen dan gagal move on iki”. Saya menyahut ungkapan terakhir dari yang dia katakana “Kangen sopo?”. Dia menjawab sambil tersenyum-senyum “Kangen umak, hahahaha”. Saya mencoba meyakinkan pernyataan tersebut “Tenan a?”. Dan dia meyakinkan saya “Yo iyo tah hmmm.”. Setelah itu dia berpamitan pulang dan berkata “Aku mulih disek yo, mben ketemu maneh lo!”. Dan kita saling meninggalkan bumi perkemahan dan dia berteriak tanpa ragu “Cinta tidak hanya sebatas patok tenda.”. Saya sangat gembira dan tersipu malu sambil sesekali melambaikan tangan padanya. Karena diadakannya kegiatan ini saya mendapat saudara-saudara baru dan mempertemukan perempuan yang bisa membuat saya nyaman. Sungguh, ini merupakan 3 hari yang berharga dan bermakna sekali. Saya yakin suatu saat nanti saya dan yang lainnya akan rindu dengan suasana seperti ini kembali.

 

 

Tentang Penulis

Penulis cerpen ini bernama lengkap Yudhistira Rozaq Maulana. Lahir di Malang, 27 Desember 2001 dan bertempat tinggal di Jl. Semeru no. 52 Desa Dilem, Kepanjen.  Yudhistira adalah seorang siswa SMAN 1 Kepanjen yang mengikuti organisasi Dewan Ambalan. Memiliki hobi olahraga, musik, dan menulis puisi.

LEAVE A REPLY