Agro Wisata Petik Apel Malang

2
56

Sobat Auliya yang cantik-cantik, ganteng-ganteng, dan keren-keren pastinya. Auliya terusin ya, lanjutan dari artikel Auliya yang sebelumnya. Gini nihh!

Selesai ishoma, kami pun melanjutkan perjalanan dengan tempat tujuan yang pertama yaitu Agro Wisata Petik Apel Malang. Perjalanan dimulai sekitar jam 08.30 an. Dan kendaraan bus gak akan bisa melewati jalan menuju tempat tujuan. Mungkin karena terlalu lebar yaa. Jadi, mau gak mau,, kami harus naik angkot-gratis,. Bus berhenti di tempat yang aku lupa namanya dan setiap siswa langsung berebut naik angkot-mungkin takut kebahisan angkot ya. Aku sendiri sihh gak bisa satu angkot sama Lathifah karena angkotnya gak muat. Dan tersisa aku dan Devita-temenku yang paling usil. Seperti ketika aku dan Devita hanya menjadi sisa, angkot yang kami taiki pun juga hanyalah menjadi angkot sisa, eaa.. padahal banyak juga penumpangnya dan pastinya anak spensaba semua.

Di perjalanan, aku jadi mengerti kenapa bus gak bisa nganterin kami sampai tempat. Jalannya aja berkelok-kelok dan tentunya gak muat kalo dilewatin bus.

Sampai di kebun apel, kami dikasih plastik. Katanya bebas makan sepuasnya, kalo mau dibawa pulang, harus beli pake uang. Ya iyalah pake uang,, masa pake daun. Cihayy. Waktu aku dah masuk ke kebun, tahu gak sobat yang aku lihat, jujur yaa. Apelnya banyak yang kecil-kecil, terus tuhh ya, aku kan nyari apel pesenan ibuku, katanya yang ada serat-serat merahnya gitu. Yaa udah deh aku cari aja, mana harus nunduk-nunduk lagi,, soalnya pohonnya pada pendek-pendek gitu. Ini nih yang aku fikirin waktu itu sobat. Pohon pendek, salah. Katanya harus mbungkuk-mbungkuk. Tapi kalo pohonnya tinggi juga salah. Katanya harus menjat-manjat. Yaa, itulah manusia sobat.

Sampai di kawasan yang lebih kedalem lagi, aku ketemu Lathifah dan apa yang aku lihat sobat. Dia lagi manjat, nyari apel yang mateng dan gede. Ohh astaga,.

Selama nyari apel, aku barengan sama Rany, dan kami juga keluar bareng. Aku ajak dia keluar duluan. Karena aku dah gak bisa lagi nunduk-nunduk, encoken sebelum waktunya nih,,heaa. Dan untuk nyari angkot, ada angkot kloter pertama tapi gak muat lagi. Dan ang kloter kedua, barengan sama Lathifah lagi. Dan disini nihh, yang agak nyebelin. Masa sama pak sopir angkotnya aku disuruh duduk di pintu, terus harus ada Vito juga lagi. Lebih baik aku ikut yang kloter tiga karena aku duduk di angkot yang gak ada alasnya, kardus kek, atau apa gitu. Tapi gak ada. Kan panas gitu ya. Mana gak sampe-sampe lagi. Terus sebelum itu, si pak sopirnya bilang gini. “Jangan nongol kepalanya dek!” iya, tahu deh tahu. Gak bakal nongol.

Selama perjalanan pulang dari kebun apel, si Rany diledekin sama anak angkot lain yang juga anak spensaba karena Rany cedal s. Dan aku pun hanya menggenggam tangannya dan bilang “Sabar Ran!” eaa., tapi si Lathifahnya yang duduk di kursi depan, malah ketawa abis. Kan kasihan Ranynya. Astaghfirullah Lathifah.

Sampai di tempat bus kami ada. Aku , Rany sama Lathifah turun angkot dan kami lihat disitu udah ada lumayan banyak orang yang buka jualnya. Kami lihat-lihat, dan kami membeli keripik buah yang banyak ragamnya. Tahu gak, murah loh, hargaya 25.000 dapet 10 bungkus. Ehh, waktu di bus, Lathifah buka isinya ada 12 biji katanya. Hmm, pantes aja. Angin doank isinya.

Abis itu, aku nemenin Rany sama Lathifah. Mereka nyari kaos khas kota Batu, Malang untuk oleh-oleh buat adek mereka. Aku tahu kalian pasti mikir, kenapa aku Cuma nemenin, kenapa aku gak ikutan beli? Itu karena aku anak tunggal,jadi gak ada adek yang bisa aku beliin kaos kaya mereka. Huaa,,merdeka atau kasihan yah diriku?

Setelah lama nemenin, aku ketemu juga sama Nabila dan Fitri. Kami nongkrong sebentar di warung dan kalian tahu kenapa Lathifah sama Rany gak ikut nongkrong? Itu karna mereka masih pada milih. Oh astaga.

Singkat cerita, setelah usai. Kami naik bus dan bus pun melaju ke tempat tujuan yang kedua, yaitu musem tubuh. Dan kalau kalian mau tahu ceritanya, baca artikel Auliya selanjutnya ya. Ok, tunggu aja! Sampai jumpa, alvida.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY